Setahun Diinvasi Rusia, AS Tegaskan Setia Dukung Ukraina

Zelensky disambut Joe Biden saat tiba di AS
Sumber :
  • Twitter @POTUS

VoxPop Dunia – Menandai satu tahun invasi Rusia ke Ukraina, Juru Bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Michael Quinlan mengatakan bahwa pihaknya akan tetap mendukung Kiev sampai kebebasan dan demokrasi didapatkan oleh warga Ukraina. 

img_title Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Kinclong, Produk Global Bersinar Terdorong Ini

"Amerika Serikat, sekutu atau mitra kita di seluruh dunia akan bersatu dan mendukung Ukraina dalam perjuangannya untuk mempertahankan negara, kebebasan, gagasan, kedaulatan, dan demokrasi," kata Quinlain, pada Kamis, 23 Februari 2023, di @america, Pacific Place Mall, Jakarta. 

Dia juga mengatakan bahwa situasi perang juga merupakan kesempatan bagi para jurnalis untuk membagikan informasi kepada dunia agar banyak membangun kesadaran masyarakat mengenai perang mematikan di Ukraina. 

img_title Prediksi Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

"Ini waktu untuk jurnalis Indonesia berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu penting. Terutama perang," tuturnya. 

Juru Bicara Kedutaan Besar AS untuk Indonesia Michael Quinlan

Photo :
  • VoxPop/Natania
img_title Orang AS Ketagihan Tempe, Produk Pangan RI Laris hingga Rp 150 Miliar di New York

Diplomasi dan Negosiasi

Sementara itu, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin berpendapat bahwa diplomasi dan negosiasi akan mengakhiri perang di negaranya yang telah berlangsung hampir setahun akibat agresi Rusia.

Negosiasi dapat terjadi jika tentara Rusia meninggalkan Ukraina dan membebaskan seluruh wilayah yang mereka duduki.

"Dan jika bicara tentang diplomasi, menurut saya diplomasi sangat bagus, sangat efisien. Misalnya, mari kita undang para diplomat top dunia untuk mencoba membujuk Rusia atau mungkin mengancam Rusia," katanya.

"Diplomasi bisa bekerja untuk mencoba membujuk pihak yang agresif untuk berhenti (menyerang)," kata dia, menambahkan.

Vasyl juga menegaskan bahwa Ukraina terbuka untuk melakukan perundingan damai, tetapi tidak demikian halnya dengan Rusia.

Dia menyebut Perjanjian Minsk, sebuah upaya untuk mengamankan gencatan senjata antara pasukan Ukraina dan separatis yang didukung Rusia di timur Ukraina, sebagai “buatan” Rusia.

Perjanjian Minsk I, yang ditandatangani pada 2014 dan diperbarui dengan Perjanjian Minsk II pada 2015, juga menyusun tata cara pemilu di wilayah Luhansk dan Donetsk, serta rencana mengintegrasikan dua wilayah itu ke Ukraina.

VoxPop Militer: Volodymyr Zelensky dan Vladimir Putin

Photo :
  • independent.co.uk

“Perjanjian itu tidak pernah dipenuhi dan dilaksanakan. Itu buatan. Jadi hasil dari delapan tahun negosiasi adalah agresi skala penuh Federasi Rusia di Ukraina,” kata Vasyl.

Di lain pihak, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Perjanjian Minsk sudah tak lagi berlaku ketika Rusia mengakui Luhansk dan Donetsk, dua wilayah Ukraina yang memisahkan diri, sebagai negara merdeka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut