Setahun Setelah Kematiannya, FBI Ungkap Kasus Rencana Pembunuhan Ratu Elizabeth II

Ratu Elizabeth saat berkunjung ke Amerika Serikat
Sumber :
  • BBC.co.uk

VoxPop Dunia – Biro Investigasi Federal (FBI) telah merilis cache file yang berkaitan dengan perjalanan mendiang Ratu Elizabeth II ke AS, setahun setelah kematiannya. 

img_title Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Kinclong, Produk Global Bersinar Terdorong Ini

File tersebut mengungkapkan bagaimana FBI, yang membantu mengamankan keselamatan Ratu selama kunjungannya, mengkhawatirkan ancaman pembunuhan itu, yang direncanakan oleh seorang anggota Tentara Republik Irlandia (IRA).

Ancaman pembunuhan dilakukan oleh seorang petugas polisi di San Francisco, melansir BBC.

img_title Orang AS Ketagihan Tempe, Produk Pangan RI Laris hingga Rp 150 Miliar di New York

Ratu Elizabeth dan mantan presiden AS Donald Reagan

Photo :
  • BBC.co.uk

Menurut arsip tersebut, seorang petugas yang sering mengunjungi pub Irlandia di San Francisco memperingatkan agen federal tentang telepon dari seorang pria yang dia temui di tempat tersebut. Petugas itu berkata pria itu mengatakan kepadanya bahwa dia sedang membalas dendam untuk putrinya yang "telah terbunuh di Irlandia Utara oleh peluru karet".

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Ancaman pembunuhan itu datang pada 4 Februari 1983, sekitar sebulan menjelang kunjungan Ratu Elizabeth II dan suaminya Pangeran Philip ke California.

"Dia akan berusaha untuk menyakiti Ratu Elizabeth dan akan melakukannya dengan menjatuhkan beberapa benda dari Jembatan Golden Gate ke Royal Yacht Britannia ketika berlayar di bawahnya, atau akan mencoba untuk membunuh Ratu Elizabeth ketika dia mengunjungi Taman Nasional Yosemite," tertulis di dokumen itu.

Ratu Elizabeth dan mantan presiden AS Donald Reagan

Photo :
  • BBC.co.uk

Pada kunjungan kenegaraan pada tahun 1991, mendiang Ratu dijadwalkan untuk menonton pertandingan bisbol Baltimore Orioles dengan Presiden George H Bush.

FBI memperingatkan Dinas Rahasia bahwa "kelompok Irlandia" sedang merencanakan protes di stadion dan "kelompok Irlandia telah memesan tiket tribun dalam jumlah besar" untuk pertandingan tersebut.

Biro itu mengatakan mungkin ada "catatan tambahan" yang ada selain yang dirilis minggu ini, tetapi tidak menetapkan jadwal untuk publikasi mereka.

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan Washington tidak akan membiarkan Iran menarik biaya terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut