Venezuela Sebut Serangan AS 'Bernuansa Zionis', Israel Terlibat?
- Ist
Caracas, VoxPop – Pelaksana tugas Presiden Venezuela Delcy Rodríguez, yang ditunjuk Mahkamah Agung untuk memimpin negara sementara waktu, mengecam keras tindakan Amerika Serikat. Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu, Rodríguez menyebut penangkapan Maduro dan serangan militer AS memiliki "nuansa Zionis".
"Pemerintah di seluruh dunia terkejut bahwa Republik Bolivarian Venezuela telah menjadi korban dan target serangan seperti ini, yang tidak diragukan lagi memiliki nuansa Zionis," kata Rodríguez dilansir Middle East Eye, Senin, 5 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa pihak-pihak yang mendorong agresi bersenjata terhadap Venezuela akan dimintai pertanggungjawaban. "Para ekstremis yang telah mempromosikan agresi bersenjata terhadap negara kami—sejarah dan keadilan akan membuat mereka membayar," ujarnya.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap
- Ist
Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan Rodríguez agar bekerja sama dengan Washington. Ia mengancam Rodríguez dapat "membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro," jika menolak bekerja sama.
Sebelumnya, Trump mengatakan Rodríguez akan menjadi mitra Amerika Serikat dalam memungkinkan Washington untuk "mengelola" Venezuela pasca penangkapan Maduro.
Demonstrasi dan Reaksi Kawasan
Sehari setelah serangan, ribuan pendukung pemerintah Venezuela turun ke jalan-jalan Caracas. Para demonstran mengibarkan bendera nasional dan menyerukan persatuan nasional untuk menghadapi apa yang mereka sebut sebagai agresi asing.
Di tingkat regional, serangan AS dikutuk oleh sebagian besar negara Amerika Selatan, termasuk Brasil, Kolombia, dan Chili. Sejumlah negara Eropa menyambut baik jatuhnya Maduro, namun tetap mempertanyakan legalitas operasi militer tersebut.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengatakan Madrid tidak mengakui pemerintahan Maduro, namun juga menolak intervensi yang melanggar hukum internasional. "Spanyol tidak akan mengakui intervensi yang melanggar hukum internasional dan mendorong kawasan menuju ketidakpastian dan permusuhan," ujarnya.
Di Amerika Serikat sendiri, sejumlah anggota parlemen Demokrat mengecam operasi tersebut sebagai tindakan ilegal.
Setelah penangkapan Maduro, Trump secara terbuka menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika akan memperoleh akses lebih luas terhadap cadangan minyak Venezuela. "Kita akan mengambil kekayaan yang sangat besar dari dalam tanah," kata Trump kepada wartawan.
