IRGC Siaga Tempur "Sambut" Kapal Induk AS di Teluk Persia, Dalam Jangkauan Rudal Iran

VoxPop Militer: Rudal balistik militer Iran
Sumber :
  • albawaba.com

Teheran, VoxPop – Pemerintah Iran bersiap menghadapi serangan rudal AS dan Israel setelah diumumkan bahwa gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln telah mengerahkan aset-aset penting ke wilayah tersebut

img_title Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Pasukan AS juga dilaporkan telah mengirimkan belasan pesawat tempur tambahan untuk memperkuat kelompok penyerang mereka di wilayah tersebut. 

Diperkirakan, Washington berada di wilayah tersebut untuk memiliki daya tembak yang cukup, bersama dengan pesawat Israel, untuk melancarkan serangan yang dirancang untuk menggulingkan pemerintah yang dituduh secara brutal menindas protes dan membunuh ribuan warga Iran.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Armada AS, termasuk beberapa kapal perusak rudal berpemandu, belum berada di posisi akhir tetapi sudah berada dalam jangkauan serang militer Iran.

VoxPop Militer: Kapal induk USS Abraham Lincoln Angkatan Laut Amerika Serikat

Photo :
  • nationalinterest.org
img_title Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

Melansir i24news, Selasa, 27 Januari 2026, penilaian intelijen negara-negara Teluk Persia mengungkapkan bahwa Iran telah memperkuat wilayah pesisir selatannya dengan menempatkan unit-unit Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC). 

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan operasi darat Amerika Serikat.

Pengerahan pasukan tersebut difokuskan di kawasan strategis Teluk Persia, termasuk di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pelayaran internasional.

Penguatan militer Iran ini terjadi seiring meningkatnya kehadiran angkatan laut AS di kawasan. Washington dilaporkan telah mengirim satu kapal induk beserta sejumlah kapal perang dan fregat, sebuah unjuk kekuatan yang oleh pejabat Iran serta analis regional disebut sebagai bentuk pengepungan angkatan laut secara de facto.

Pada akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi pengerahan apa yang ia sebut sebagai "kekuatan besar" ke Timur Tengah. Ia menyatakan langkah tersebut bertujuan untuk mencegah Iran di tengah situasi domestik negara itu yang tengah bergejolak. 

Menanggapi hal tersebut, otoritas Iran memperkuat pertahanan pantai dan menggelar latihan militer yang difokuskan pada penangkalan kemungkinan operasi pendaratan amfibi.

Berdasarkan informasi intelijen yang dibagikan kepada sejumlah misi diplomatik Barat, Iran telah menempatkan unit IRGC dan Basij di sepanjang garis pantainya yang membentang lebih dari 2.400 kilometer.

Penempatan ini difokuskan pada titik-titik strategis, termasuk Pulau Qeshm dan kota pelabuhan Bandar Abbas. Tujuan utama pengerahan tersebut, menurut laporan itu, adalah mencegah pendaratan pasukan darat AS di wilayah Iran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut