IRGC Siaga Tempur "Sambut" Kapal Induk AS di Teluk Persia, Dalam Jangkauan Rudal Iran
- albawaba.com
Sumber diplomatik Barat juga menyebutkan bahwa Iran telah mengerahkan sistem pertahanan pantai canggih, termasuk rudal anti-kapal serta kapal selam kelas Ghadir. Sistem ini ditujukan untuk mendeteksi dan menghalau ancaman maritim di Teluk Persia.
Selain itu, peningkatan kekuatan militer ini diyakini dirancang untuk memungkinkan Iran menutup Selat Hormuz jika situasi mengharuskan. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi jalur sempit tersebut, sehingga gangguan apa pun berpotensi memicu krisis energi global berskala besar.
Secara terpisah, CEO perusahaan manufaktur drone Draganfly, Cameron Chell, memperingatkan dalam wawancara dengan Fox News bahwa meningkatnya penggunaan sistem pesawat tanpa awak berbiaya rendah oleh Iran menjadi ancaman serius bagi aset angkatan laut AS yang bernilai tinggi, termasuk kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln.
Chell menilai strategi Iran yang memadukan drone murah dengan hulu ledak berbiaya rendah menciptakan ancaman asimetris yang efektif. "Jika ratusan diluncurkan dalam waktu singkat," katanya, "beberapa di antaranya hampir pasti akan mencapai targetnya."
Sebelumnya, mengutip seorang pejabat AS, Fox News melaporkan bahwa kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln telah memasuki wilayah tanggung jawab CENTCOM di Samudra Hindia.
Pada 22 Januari, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut AS bergerak menuju Iran "untuk berjaga-jaga."
Sebelumnya, dia menolak memberikan jawaban pasti atas pertanyaan apakah opsi intervensi militer di Iran telah dihapus. Dia hanya mengatakan bahwa dia tidak dapat mengatakan apa yang akan terjadi di masa depan.
