Downing Street Memanas, PM Inggris Keir Starmer Tolak Mundur Meski Dua Orang Kepercayaannya Resign
- The Wall Street Journal
Krisis kepemimpinan memuncak ketika pemimpin Partai Buruh Skotlandia, Anas Sarwar, secara terbuka mendesak Starmer mundur. Ia menilai terlalu banyak kesalahan yang dilakukan Downing Street dan menyebut perubahan kepemimpinan diperlukan.
Serangan itu sempat memicu spekulasi kudeta internal, terutama setelah muncul nama-nama potensial pengganti seperti Angela Rayner dan Wes Streeting. Situs web yang sempat muncul dengan klaim kampanye kepemimpinan Rayner memperkuat rumor adanya persaingan di belakang layar, meski tim Rayner membantah keterlibatan mereka.
Streeting sendiri turut memperkeruh suasana dengan mempublikasikan pesan WhatsApp pribadi yang mempertanyakan strategi pertumbuhan pemerintah dan kemampuan komunikasi Starmer. Namun secara terbuka ia tetap menyatakan dukungan kepada perdana menteri.
Meski tekanan meningkat, seluruh kabinet akhirnya menunjukkan dukungan publik kepada Starmer, yang berhasil meredam potensi pemberontakan langsung. Beberapa anggota parlemen mengatakan pertemuan internal menunjukkan perubahan suasana setelah Starmer mengakui kesalahan masa lalu dan berjanji memperbaiki hubungan dengan anggota partai.
Namun, kekhawatiran tetap ada. Sejumlah petinggi Partai Buruh menilai kepemimpinan Starmer masih berada di fase kritis, terutama karena partai tertinggal dalam jajak pendapat di belakang Reform UK dan Partai Nasional Skotlandia, sementara krisis biaya hidup terus membebani publik.
Seorang menteri kabinet menyebut dukungan saat ini lebih karena adanya "musuh bersama", bukan tanda bahwa krisis telah benar-benar berakhir. Mennteri Kesehatan secara terbuka mendukung Starmer, dengan mengatakan bahwa "orang-orang harus memberinya kesempatan untuk didengar"
Dengan dua tokoh kunci yang telah mundur dan tekanan politik yang belum mereda, Starmer kini menghadapi ujian terbesar dalam karier kepemimpinannya — mempertahankan kendali atas partai sekaligus membuktikan bahwa ia masih mampu memimpin pemerintahan Inggris keluar dari turbulensi politik yang berkepanjangan.
