Nama Vladimir Putin Disebut Lebih dari Seribu Kali di Epstein File

Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sumber :
  • (Foto AP/Dmitri Lovetsky)

Rusia, VoxPop –Berkas yang dikenal sebagai Epstein Files mengungkap bahwa mendiang pengusaha keuangan sekaligus terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, ternyata sangat terobsesi untuk menjalin kontak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

img_title Prediksi Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

Publikasi sekitar 3,5 juta halaman korespondensi yang terkait dengan Epstein membuka sisi baru ambisi internasionalnya. Dari jutaan dokumen tersebut, nama Putin tercatat muncul hingga 1.005 kali, angka yang terbilang mencengangkan.

Meski Beberapa hari lalu Kremlin sempat menertawakan dugaan adanya hubungan 'intelijen' antara Epstein dan Rusia. Namun, dokumen-dokumen ini menunjukkan bahwa selama bertahun-tahun Epstein berusaha menembus lingkaran elite tertinggi pemerintahan Rusia. Fakta ini kembali memicu sorotan tajam terhadap dugaan kedekatannya dengan Moskow.

img_title Pendiri Telegram Terancam Penjara Seumur Hidup di Rusia, Ini Penyebabnya

Sejumlah analis menilai upaya Epstein ini tidak lebih dari sekadar ambisi sosial untuk mendongkrak statusnya. Namun, berkas-berkas tersebut menggambarkan Epstein sebagai sosok yang memposisikan diri sebagai perantara geopolitik kelas atas.

Ia berupaya menjadi jembatan antara Barat dan Kremlin, menawarkan diri untuk menjelaskan dinamika politik Amerika Serikat khususnya kebangkitan Donald Trump sekaligus berjanji membantu membuka aliran investasi Barat ke Federasi Rusia.

img_title Trump Peringatkan Xi Jinping dan Putin Jika Diam-diam Bantu Iran: Akibatnya Akan Sangat Buruk

Lantas apa isi dari dokumen itu? Melansir laman News 18, Selasa, 10 Februari 2026, dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS merinci upaya Epstein yang berulang dan gigih untuk mengatur pertemuan pribadi dengan Putin.

Menurut laporan CNN Internasional, sejak Mei 2013 Epstein sudah memanfaatkan jaringan elite Eropa untuk melobi agar bisa bertemu Putin. Ia menulis kepada mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dengan mengklaim bahwa Thorbjørn Jagland yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Eropa dijadwalkan bertemu Putin di Sochi dan menanyakan apakah ia bisa ikut bertemu untuk menjelaskan bagaimana Rusia dapat menyusun kesepakatan guna mendorong investasi Barat.

CNN Internasional juga melaporkan bahwa dalam emailnya kepada Jagland, Epstein menegaskan bahwa jika Putin bersedia menemuinya, pertemuan itu harus berlangsung minimal dua hingga tiga jam, tidak boleh lebih singkat. Epstein bahkan meminta Jagland memperkuat posisinya dengan mengatakan kepada Putin bahwa mereka dekat dan bahwa Epstein merupakan penasihat pendiri Microsoft, Bill Gates.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut