Dapat Lampu Hijau dari Iran, Kapal Tanker Malaysia Diizinkan Lewati Selat Hormuz
- ANTARA/Anadolu
Di lain sisi, lonjakan harga minyak global akibat konflik di Iran telah memberikan tekanan langsung terhadap fiskal Malaysia. Dalam waktu kurang dari satu pekan, beban subsidi bahan bakar dilaporkan meningkat lebih dari empat kali lipat, mencapai ratusan juta dolar.
Sebagai respons, pemerintah Malaysia mengumumkan rencana pengurangan alokasi subsidi bahan bakar mulai bulan depan. Namun, harga eceran bahan bakar diperkirakan tetap dijaga di level tertentu untuk menghindari dampak langsung ke masyarakat.
Kenaikan biaya energi sendiri mulai dirasakan masyarakat di kawasan tersebut. Biaya transportasi dan harga barang diperkirakan ikut terdorong naik jika harga minyak global terus bertahan tinggi.
Sejumlah pelaku usaha juga menyebut ketidakpastian ini menambah tekanan ekonomi, terutama bagi sektor logistik dan manufaktur yang sangat bergantung pada bahan bakar.
Meski demikian, Malaysia dinilai belum berada dalam kondisi krisis bahan bakar seperti beberapa negara tetangga yang lebih terdampak langsung oleh gangguan pasokan energi.
