254 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Usai Gencatan Senjata Iran-AS

Serangan Israel ke Beirut
Sumber :
  • AFP via Al Jazeerah

VoxPop –Serangan udara Israel menghantam sejumlah kawasan padat bisnis dan permukiman di pusat Beirut tanpa peringatan, menewaskan ratusan orang dan melukai lebih dari 1.000 lainnya. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah diumumkannya gencatan senjata dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

img_title Iran Siapkan RUU Larang Kapal AS dan Israel Melintas di Selat Hormuz

Badan Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka dalam serangan pada hari Rabu.

Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menyebut situasi ini sebagai eskalasi berbahaya setelah Israel melancarkan lebih dari 100 serangan udara di berbagai wilayah negara tersebut.

img_title IHSG Dibuka Menghijau saat Bursa Asia Bergerak Variatif sementara Wall Street Melemah

“Ambulans masih terus membawa korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon,” ujar Nassereddine kepada Al Jazeera dikutip Kamis 9 April 2026.

Sementara itu, militer Israel menyatakan telah melakukan serangan terkoordinasi terbesar di Lebanon sejak memulai operasi militernya pada 2 Maret. Target serangan mencakup wilayah Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan.

img_title Presiden Iran Akui Sulit Komunikasi dengan Mojtaba Khamenei, Spekulasi Keretakan Elite Mencuat

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan serangan tersebut menyasar infrastruktur milik Hezbollah.

Dalam pernyataan video, Katz menyebut militer Israel melakukan serangan mendadak terhadap ratusan anggota Hezbollah di pusat-pusat komando di seluruh Lebanon, dan menyebutnya sebagai pukulan terbesar sejak operasi besar tahun 2024 yang melibatkan bom pager.

Pihak militer Israel juga menyatakan bahwa sebagian besar target berada di tengah kawasan sipil, namun mereka mengklaim telah berupaya meminimalkan dampak terhadap warga yang tidak terlibat.

Situasi di Lebanon

Asap tebal terlihat membumbung di atas Beirut dan wilayah pinggiran, sementara warga panik berlarian ke jalan.

Palang Merah Lebanon menyebutkan sekitar 100 ambulans dikerahkan untuk menangani serangan ini dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Sementara itu berdasarkan laporan dari jurnalis Malcolm Webb dari Beirut mengatakan ledakan besar terdengar dari berbagai penjuru kota, bukan hanya dari wilayah selatan.

“Banyak lokasi yang diserang berada di tempat yang sama sekali tidak diduga. Ini memicu kepanikan dan kekacauan di jalanan. Anak-anak menangis, orang-orang berteriak. Banyak korban terluka berlarian menuju rumah sakit, sementara yang lain meninggalkan mobil mereka di tengah kemacetan,” ujarnya.

Hezbollah mengecam serangan tersebut dan menyatakan bahwa yang disasar adalah wilayah sipil, termasuk pinggiran selatan Beirut, Sidon, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa.

Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang yang nyata.

Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis, juga menyatakan bahwa serangan Israel tidak bisa terus dibiarkan.

“Tidak ada pihak yang bisa meraih kemenangan lewat serangan. Ini saatnya menghentikan semua permusuhan, membuka dialog langsung, dan menyusun peta jalan yang jelas berdasarkan Resolusi 1701,” ujarnya, merujuk pada resolusi PBB tahun 2006 yang menyerukan penghentian konflik antara Hezbollah dan Israel.

Ilustrasi Bendera Iran

Iran Ancam Gelapkan Negara Teluk jika AS Serang, Pembangkit Listrik Jadi Target

Iran mengancam akan menyerang pembangkit listrik negara Teluk jika Amerika Serikat menyerang Iran. Ancaman ditujukan khususnya ke negara yang memiliki markas AS.

img_title
VoxPop.co.id
8 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut