Status Selat Hormuz Tidak Jelas Setelah Laporan yang Saling Bertentangan dari Iran

Pemandangan di Selat Hormuz, Iran.
Sumber :
  • Antara Foto

VoxPop –Status Selat Hormuz masih belum jelas setelah sejumlah media Iran mengeluarkan laporan yang saling bertentangan soal apakah kapal tanker minyak masih diizinkan melintas pada hari Rabu. Menurut laporan Press TV milik pemerintah Iran, selat tersebut telah ditutup sepenuhnya, dan semua kapal tanker yang mencoba melintas dipaksa berbalik arah.

img_title IHSG Dibuka Menghijau saat Bursa Asia Bergerak Variatif sementara Wall Street Melemah

Namun, tak lama sebelum pernyataan itu muncul, jaringan berita milik pemerintah lainnya, Student News Network (SSN), justru melaporkan bahwa jalur aman untuk melintasi Selat Hormuz telah ditetapkan. Kapal-kapal disebut harus menggunakan jalur tersebut dengan koordinasi bersama Garda Revolusi Iran (IRGC).

Melansir laman The Jerusalem Post, Kamis 9 April 2026, dalam laporan itu dijelaskan, jalur masuk yang dianggap aman adalah dari Laut Oman menuju bagian utara Pulau Larak. Sementara jalur keluar dari kawasan Teluk diarahkan melewati selatan Pulau Larak menuju Laut Oman.

img_title Presiden Iran Akui Sulit Komunikasi dengan Mojtaba Khamenei, Spekulasi Keretakan Elite Mencuat

Di sisi lain, juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada hari Rabu membantah laporan bahwa Iran telah menutup Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah dimulainya gencatan senjata yang masih rapuh dengan Amerika Serikat. Namun, ia menegaskan bahwa upaya apa pun dari Iran untuk menghentikan lalu lintas laut akan dianggap sepenuhnya tidak dapat diterima.

Sebelumnya pada hari yang sama, kantor berita Fars yang berafiliasi dengan IRGC melaporkan bahwa Iran kembali menutup Selat Hormuz dan memblokir kapal tanker minyak sebagai bentuk balasan atas serangan Israel terhadap kelompok Hezbollah.

img_title Netanyahu Buka Peluang Israel Serang Iran Tanpa AS, Negosiasi Nuklir Justru Masuki Tahap Lanjut

Beberapa sumber pelayaran juga menyebutkan bahwa kapal tanker yang mencoba melintas menerima pesan ancaman dari Angkatan Laut Iran.

“Setiap kapal yang mencoba memasuki perairan akan menjadi target dan dihancurkan,” demikian isi pesan yang diterima oleh sejumlah kapal.

Sementara itu mengutip laman AP News ,Komandan kedirgantaraan Garda Revolusi Iran, Jenderal Seyed Majid Mousavi, menegaskan bahwa serangan ke Lebanon dianggap sama dengan menyerang Iran. Ia juga memperingatkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan balasan besar, meski belum menjelaskan detailnya.

Di sisi lain, pihak Israel melalui Kepala Staf Militer Letjen Eyal Zamir menyatakan negaranya akan terus memanfaatkan setiap peluang untuk menghantam kelompok Hizbullah. Militer Israel bahkan mengklaim telah menyerang lebih dari 100 target di Lebanon hanya dalam 10 menit pada Rabu disebut sebagai serangan terbesar sejak 1 Maret.

Ilustrasi Selat Hormuz

Iran Siapkan RUU Larang Kapal AS dan Israel Melintas di Selat Hormuz

Salah satu poin utama dalam beleid tersebut ialah pelarangan kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang dianggap bermusuhan melintasi selat hormuz

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut