Iran Murka Usai Amerika Langgar 3 Kesepakatan, Perdamaian Terancam Gagal

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf
Sumber :
  • AFP

VoxPop – Iran menuding Amerika Serikat melanggar sejumlah poin dalam kerangka kesepakatan penghentian konflik, di tengah gencatan senjata yang belum genap sehari berlaku.

img_title Iran Siapkan RUU Larang Kapal AS dan Israel Melintas di Selat Hormuz

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, seperti dilaporkan AP News menyebut pelanggaran itu membuat upaya gencatan senjata dan negosiasi menjadi tidak relevan. Ia menilai Washington tidak menunjukkan komitmen sejak awal proses pembicaraan.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa pembicaraan damai maupun gencatan senjata dengan Amerika Serikat kini “tidak masuk akal”. Pernyataan keras itu muncul setelah Teheran menilai Washington telah mengingkari sejumlah poin penting dalam kerangka kesepakatan.

img_title IHSG Dibuka Menghijau saat Bursa Asia Bergerak Variatif sementara Wall Street Melemah

Menurut Ghalibaf, setidaknya ada tiga pelanggaran utama yang dilakukan oleh AS. Pertama, berlanjutnya serangan Israel terhadap kelompok Hezbollah di Lebanon. Kedua, dugaan pelanggaran wilayah udara Iran oleh pesawat tanpa awak setelah gencatan senjata diberlakukan. Ketiga, sikap tegas AS yang menolak keberadaan program pengayaan uranium Iran dalam kesepakatan akhir.

Presiden AS Donald Trump dalam Press Conference, Senin 6 April

Photo :
  • Anadolu Agency
img_title Presiden Iran Akui Sulit Komunikasi dengan Mojtaba Khamenei, Spekulasi Keretakan Elite Mencuat

Situasi ini memperlihatkan betapa rapuhnya kesepakatan yang bahkan belum genap sehari diumumkan. Masing-masing pihak masih saling mengklaim kemenangan, namun di lapangan justru terjadi eskalasi konflik.

Pernyataan Ghalibaf muncul tak lama setelah Gedung Putih mengumumkan bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, akan memimpin delegasi dalam pembicaraan lanjutan di Islamabad, Pakistan. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini dan diharapkan dapat meredakan ketegangan.

Namun, perkembangan terbaru justru mengarah sebaliknya. Iran sebelumnya mengambil langkah drastis dengan menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia. Penutupan ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon.

Langkah tersebut langsung menuai reaksi keras dari Amerika Serikat yang mendesak agar jalur tersebut segera dibuka kembali. Penutupan Selat Hormuz bukan hanya berdampak pada konflik regional, tetapi juga berpotensi mengguncang ekonomi global.

Di sisi lain, serangan militer terus berlanjut. Israel dilaporkan meningkatkan intensitas serangan di Lebanon, termasuk di wilayah permukiman dan kawasan komersial di Beirut. Dalam salah satu hari paling mematikan, sedikitnya 112 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut