Hacker Iran Retas Data Orang Kepercayaan Netanyahu, Isi Dokumennya Bikin Geger

PM Israel, Benjamin Netanyahu
Sumber :
  • ILIA YEFIMOVICH/Pool via REUTERS/File Photo

VoxPop –Kelompok hacker Iran, Handala mengumumkan pihaknya telah berhasil membobol sistem milik Samuel Shay. Samuel Shay diketahui merupakan sosok dibalik kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Maret lalu sekaligus perancang utama kesepakatan Abraham (perjanjian diplomatik yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada tahun 2020 untuk menormalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab).

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Kelompok itu mengklaim telah membongkar jaringan rahasia yang dimiliki Samuel Shay. Dalam pernyataannya, mereka mengklaim komunikasi serta jaringan milik Shay kini telah berhasil diretas.

Menurut mereka, Shay merupakan koordinator penting dalam berbagai pengaturan rahasia antara Israel dan negara-negara Teluk Persia. Ia juga disebut menjadi fasilitator utama hubungan ekonomi, politik, dan keamanan secara diam-diam antara Tel Aviv dan Abu Dhabi.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Melansir laman presstv.ir, Jumat 15 Mei 2026, kelompok itu menyebut, melalui sejumlah entitas seperti Gulf Technology Systems, Shay membangun jaringan proyek bersama yang sangat luas di bidang teknologi, energi, investasi, pertanian, hingga infrastruktur strategis yang melibatkan Israel, UEA, dan beberapa negara Arab lainnya.

Menurut Handala, jaringan tersebut merepresentasikan korupsi, pencucian uang, transfer teknologi keamanan Israel untuk menekan masyarakat di kawasan, serta pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina.

img_title Netanyahu Tak Takut Ditangkap Negara Anggota ICC atas Dugaan Kejahatan Perang, Ini Alasannya

Mereka juga mengklaim seluruh kontrak rahasia, transfer keuangan, pelatihan pasukan keamanan, hingga dugaan spionase ekonomi dan intelijen terhadap Poros Perlawanan diawasi langsung oleh Shay dan timnya.

Kelompok itu turut menyebut dokumen yang mereka rilis menunjukkan keterlibatan Shay dalam pembekuan aset Hezbollah dan upaya melemahkan kelompok perlawanan di Lebanon telah terdokumentasi sepenuhnya.

Handala juga mengklaim file yang dipublikasikan memperlihatkan bahwa Shay pernah memperkenalkan Jeffrey Epstein, kepada pebisnis Emirat Sultan Ahmed bin Sulayem. Mereka menuding hubungan itu kemudian membuat sejumlah tokoh UEA terlibat dalam jaringan Epstein.

Kelompok tersebut juga menuduh badan intelijen Israel, Mossad, memanfaatkan jalur itu untuk menekan pihak-pihak tertentu agar patuh.

Handala mengaku telah merilis 265 halaman berisi komunikasi Shay, mitra keuangan, serta kontak rahasia miliknya melalui situs mereka.

Selain itu, mereka mengatakan data intelijen keuangan terkait jaringan tersebut juga sudah dibagikan kepada negara-negara yang pro terhadap kelompok perlawanan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut