Trump Tegaskan Kesepakatan AS dengan Iran Akan Difinalisasi

Presiden AS, Donald Trump
Sumber :
  • REUTERS/Evan Vucci/File Photo

Jakarta, VoxPop – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi bahwa sebuah kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran "sebagian besar telah dinegosiasikan" dan akan segera dilakukan finalisasi.

img_title Orang AS Ketagihan Tempe, Produk Pangan RI Laris hingga Rp 150 Miliar di New York

"Sebuah kesepakatan sebagian besarnya telah dinegosiasikan, tetapi masih perlu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lain," kata Trump melalui platform Truth Social, dikutip Minggu, 24 Mei 2026.

Ilustrasi militer Iran.

Photo :
  • VoxPop/Davro
img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Trump mengatakan telah membahas rancangan kesepakatan tersebut melalui komunikasi "yang sangat baik" dengan sejumlah pemimpin kawasan.

Ia mengaku juga sudah berkomunikasi via telepon dengan pemimpin rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu.

img_title AS Kembali Serang Iran

"Aspek-aspek akhir serta rincian dari kesepakatan tersebut saat ini tengah didiskusikan dan akan diumumkan dalam waktu dekat," kata dia.

"Di samping berbagai elemen lain dalam kesepakatan, Selat Hormuz juga akan dibuka," ucap Trump.

Washington dan Teheran terus menegosiasikan usulan kesepakatan berikut balasannya melalui perantaraan Islamabad terkait pembukaan Selat Hormuz, upaya mengatasi kekhawatiran atas program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei pada Jumat menyatakan, pihaknya tidak mencari “konsesi apa pun” dari Amerika Serikat (AS).

Dia menegaskan bahwa Teheran hanya menginginkan hak-haknya dipulihkan, serta pencabutan sanksi.

“Kami tidak menginginkan konsesi apa pun dari Amerika Serikat, kami hanya menuntut hak-hak kami,” kata Esmaeil sebagaimana dikutip dari Tasnim, Sabtu, 23 Mei 2026.

Baghaei mengatakan, Iran menuntut “penghentian tindakan kriminal Amerika terhadap rakyat Iran.”

“Sanksi harus dicabut, aset Iran yang dibekukan harus dibebaskan dan tersedia bagi negara,” ujarnya.

Selama lima dekade terakhir, Baghei menegaskan bahwa pemerintah Iran telah menghadapi apa yang AS sebut sebagai ‘sanksi yang melumpuhkan’.

Dia menyebut, sanksi tersebut dijatuhkan dengan berbagai alasan, terutama terkait apa yang disebut Washington sebagai ancaman nuklir Iran.

“Tidak ada ancaman nuklir dari Iran terhadap pihak mana pun di kawasan maupun dunia,” ujarnya.

Baghaei juga menyinggung perkembangan terkait Selat Hormuz, dengan mengkritik blokade angkatan laut Amerika Serikat sebagai tindakan yang “sepenuhnya bertentangan dengan hukum internasional.”

Ilustrasi perang AS-Iran.

Photo :
  • VoxPop/Davro

Dia pun meminta Washington mengambil langkah untuk mengakhiri blokade tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut