Selat Hormuz Pulang ke 'Rumah', Iran Pastikan Jalur Minyak Dunia Dikelola Teheran
- REUTERS/ Stringer
Selat Hormuz Kembali Jadi Fokus Dunia
Selat Hormuz memiliki peran yang sangat vital bagi perekonomian global. Jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab itu menjadi rute pengiriman sekitar seperlima kebutuhan minyak dunia.
Selama konflik berlangsung, Iran sempat menutup Selat Hormuz sebagai bagian dari respons terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan.
Setelah tercapainya kesepakatan awal antara Washington dan Teheran, jalur pelayaran tersebut sempat kembali dibuka pekan lalu.
Namun, Iran kemudian kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon yang memicu peningkatan ketegangan regional.
Kini, setelah perundingan terbaru di Swiss menghasilkan kesepahaman baru, kedua negara sepakat membangun mekanisme komunikasi untuk menjaga keamanan dan kelancaran pelayaran di kawasan tersebut.
Kesepakatan itu bertujuan mencegah terjadinya salah perhitungan maupun miskomunikasi yang berpotensi mengganggu arus perdagangan global.
Sanksi Dilonggarkan, Aset Iran Mulai Dicairkan
Selain isu Selat Hormuz, pembicaraan juga menghasilkan perkembangan di bidang ekonomi.
Amerika Serikat memutuskan menangguhkan sementara sanksi terhadap minyak Iran setelah Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan Teheran bersedia menerima kembali inspektur nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sebagai bagian dari paket kesepakatan yang lebih luas, Iran juga akan memperoleh sejumlah bentuk keringanan sanksi dari Washington.
Tidak hanya itu, proses pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan juga mulai menjadi bagian dari implementasi hasil perundingan.
Meski demikian, Ghalibaf mengingatkan bahwa seluruh kesepakatan tersebut masih berada pada tahap awal dan memerlukan tindak lanjut yang berkelanjutan.
"Tentu saja, kita percaya bahwa kita masih berada di awal pekerjaan ini dan harus melanjutkan upaya kita," katanya.
Singgah ke Oman Bahas Selat Hormuz
Usai menghadiri pembicaraan di Swiss, Ghalibaf juga dilaporkan melakukan kunjungan ke Oman.
Negara tersebut memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dan berbagi wilayah perairan dengan Selat Hormuz.
Kunjungan itu dinilai menjadi bagian dari langkah diplomatik Iran untuk memastikan pengelolaan Selat Hormuz berjalan sesuai hasil kesepakatan yang telah dicapai.
Dengan meredanya konflik dan dibukanya kembali ruang dialog antara Teheran dan Washington, perhatian dunia kini tertuju pada bagaimana Iran akan menjalankan perannya dalam mengelola Selat Hormuz, jalur laut yang menjadi salah satu titik paling menentukan bagi stabilitas perdagangan dan pasokan energi global.
