Iran Buka Suara soal Negosiasi dengan AS, Presiden Pezeshkian Tegaskan Ini Syarat Utamanya
- UN
Kesepahaman Islamabad Resmi Berlaku
Dokumen tersebut dikenal sebagai Kesepahaman Islamabad atau Islamabad Memorandum of Understanding (MoU).
Perjanjian itu mulai berlaku secara resmi pada 18 Juni 2026 setelah ditandatangani secara digital oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kesepahaman tersebut memuat sejumlah poin strategis yang berkaitan dengan normalisasi hubungan kedua negara serta upaya menjaga stabilitas kawasan.
Beberapa ketentuan utama yang tercantum dalam perjanjian itu antara lain:
- Pengakhiran perang yang terjadi di kawasan
- Upaya penyelesaian konflik yang juga mencakup Lebanon
- Pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz
- Pengakhiran blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran
- Penyelesaian berbagai perselisihan melalui dialog dan negosiasi
Langkah tersebut dinilai sebagai perkembangan penting dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat yang selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan politik, ekonomi, dan keamanan.
Fokus pada Implementasi
Meski kesepahaman telah ditandatangani dan mulai berlaku, pemerintah Iran menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi mencapai kesepakatan, melainkan memastikan seluruh isi perjanjian dapat dijalankan secara konsisten.
Karena itu, pernyataan Pezeshkian menunjukkan bahwa Teheran akan memantau secara ketat pelaksanaan kewajiban masing-masing pihak dalam beberapa waktu ke depan.
Iran memandang implementasi yang tepat atas seluruh poin Kesepahaman Islamabad sebagai faktor penentu keberhasilan proses normalisasi hubungan dengan Amerika Serikat.
Jika seluruh komitmen dapat dijalankan sesuai kesepakatan, perundingan yang sedang berlangsung diyakini dapat membuka jalan bagi hubungan yang lebih stabil serta mengurangi ketegangan yang selama ini terjadi antara kedua negara.
