Trump Batal Pungut Tarif 20 Persen Lintasi Selat Hormuz, Diganti Investasi Negara Kawasan Teluk ke AS

Ilustrasi Selat Hormuz
Sumber :
  • VoxPop/Davro

Washington, VoxPop – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan telah membatalkan rencana memungut tarif sebesar 20 persen untuk setiap kapal yang membawa kargo melalui Selat Hormuz.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Sebagai gantinya, sejumlah negara di kawasan Teluk seperti Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi akan mengucurkan investasi dengan "uang yang sangat banyak" di AS.

"Saya pikir hal itu justru lebih baik," kata Presiden AS kepada wartawan di Kantor Oval Gedung Putih, Selasa.

img_title Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

"Tidak adil kalau kami harus menjaga selat itu untuk seluruh dunia, untuk China dan yang lainnya. Saya tak mempermasalahkan harus melakukannya untuk China atau untuk yang lainnya, tetapi tak adil kalau kami tidak mendapat imbalan apapun," ucap Trump.

Selat Hormuz, Iran

Photo :
  • ANTARA/Anadolu
img_title Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

Pada Senin 13 Juli, Trump mengatakan AS akan kembali memblokade lalu lintas maritim dari dan ke pelabuhan Iran dan mulai memungut tarif sebesar 20 persen dari nilai kargo yang dibawa setiap kapal melalui Selat Hormuz.

Pengumuman tarif yang tiba-tiba tersebut dilakukan Trump meski pemerintahannya terus berupaya selama berbulan-bulan memastikan jalur laut yang strategis tersebut terbuka dan mencegah Teheran memungut bea lintas untuk kapal-kapal yang lewat.

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih belum pulih sepenuhnya menyusul perang AS-Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.

Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Selasa (14/7) mengatakan bahwa blokade AS terhadap Iran telah berlangsung, dengan serangan AS terhadap Iran sudah berlangsung selama empat hari berturut-turut.

AS dan Iran telah menandatangani kesepakatan perdamaian awal pada pertengahan Juni lalu, tetapi saling serang antara keduanya dalam beberapa hari terakhir semakin meningkatkan keraguan terhadap langgengnya perjanjian tersebut.

Kesepakatan tersebut mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz dan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. (Ant)

Teluk Persia

Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Turki targetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa via Irak dalam waktu 3 tahun sebagai alternatif selat hormuz.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut