Mata Uang Ini akan Bantu Penguatan Rupiah

Ilustrasi rupiah
Sumber :
  • VoxPopnews/Muhamad Solihin

VoxPop.co.id  – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diharapkan dapat kembali menguat dengan memanfaatkan dolar yang melaju di zona merah.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.008, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, penguatan rupiah juga terbantukan dengan terapresiasinya laju euro dan poundsterling terhadap dolar.

"Kami memperkirakan sentimen tersebut masih dapat menyertai pergerakan laju rupiah sehingga peluang penguatan masih dapat terjadi. Pergerakan dolar yang terlihat masih cenderung memberikan peluang bagi Rupiah untuk kembali menguat," kata Reza di Jakarta, Rabu, 22 Maret 2017.

img_title Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.300 per Dolar AS Pekan Depan, Pengamat Ungkap Penyebabnya

Menurut dia, terapresiasinya Euro yang kembali menguat, seiring sentimen debat Presiden Prancis di mana pelaku pasar melihat calon Presiden yang merupakan mantan Menteri Ekonomi, Macron, tertusuk pemilihan Presiden.

Di sisi lain, pergerakan euro juga terbantukan pergerakan poundterling yang menguat seiring dengan rilis data-data Inggris yang cukup positif di mana inflasi dan indeks harga eceran mulai naik. "Diasumsikan daya beli masyarakatnya mulai meningkat," tuturnya.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.055 Meski Ekonom Proyeksi Ekonomi RI di Kuartal II-2026 Anjlok

perkiraan, rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.334 hingga Rp13.278 per dolar AS.

Forbes telah mengeluarkan daftar 10 orang terkaya di Indonesia pada 2017 ini. Siapa saja orang paling tajir di Tanah Air? Lihat video di .

Mata uang Rupiah.

Rupiah Balik Melemah ke Rp 18.013 usai Rilis soal Ekspansi PMI Manufaktur dan Deflasi Juli 2026

Hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.013 per dolar AS. Posisi itu melemah 16 poin atau 0,09 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.997 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut