Astaga Tega Benar, Ibu di Medan Jual Bayi yang Baru Dilahirkan Seharga Rp20 Juta

4 pelaku diduga melakukan perdagangan bayi.(dok Polrestabes Medan)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/B.S. Putra (Medan)

Medan, VoxPop – Kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan berhasil menggagalkan perdagangan bayi yang baru dilahirkan sepekan lalu. Bayi malang itu dijual dengan banderol Rp20 juta.

img_title Jual Bayinya 8 Bulan ke Suku Pedalaman, Ayah di Jambi Jadi Tersangka

Dalam kasus ini, polisi mengamankan 4 orang terduga pelaku. Salah satu di antaranya berinisial SS (27), yang merupakan ibu dari bayi tersebut. Kemudian, Y (56) dan NJ (40). Mereka merupakan warga Deli Tua, Kabupaten Deliserdang.

Selanjutnya, pelaku lainnya berinisial MT (55), yang merupakan warga Medan Perjuangan, Kota Medan. Para pelaku sudah diamankan dan ditahan di Mako Polrestabes Medan untuk proses hukum selanjutnya.

img_title Dulu Jadi Korban Perdagangan, Kini Orangutan Wenda Lahirkan Anak di Hutan Aceh

Wakasatreskrim Polrestabes Medan, AKP Madya Yustadi menjelaskan pengungkapan kasus itu berdasarkan informasi dari masyarakat. Polisi kemudian bergerak melakukan penyelidikan dan meringkus empat pelaku tersebut.

Ilustrasi borgol untuk pelaku kejahatan.

Photo :
  • ientrymail.com
img_title Polisi Buru Penelantar Bayi yang Ditemukan di Toilet KA Sancaka

Madya bilang bayi tersebut baru dilahirkan SS di salah satu rumah sakit Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumut, Selasa 6 Agustus 2024.

"Jadi, bayi ini merupakan bayi kandung dari salah satu pelaku yang kita tangkap. Yang dijual seharga Rp20 juta," kata Madya, dalam keterangannya, Rabu 14 Agustus 2024.

Dia menyampaikan kronologi penggagalan perdagangan bayi itu berawal dari MT (55) yang tengah menggendong bayi. Saat it, MT menumpangi becak bermotor melaju ke arah Jalan Kuningan,  Medan Area, Kota Medan.

Selanjutnya, dilakukan kesepakatan bertemu dengan Y dan J sebagai pembeli bayi it. Petugas langsung mengamankan bayi tersebut dari pelaku yang masih berada di dalam becak motor tersebut.

"Ada empat pelaku yang ditangkap, yang perannya sebagai penjual, pembeli, dan perantara,” sebut Madya.

Dari keterangan para pelaku, Madya mengatakan pembayaran bayi dijual itu secara bertahap hingga total uangnya mencapai Rp20 juta.

“Proses penyerahan uang dilakukan bertahap, yakni pertama sebesar Rp5 juta, dan kemudian yang kedua sebesar Rp15 juta," jelas Madya.

Madya membeberkan motif ibu tega menjual sang bayinya karena faktor ekonomi. Adapun pihak pembeli ingin merawat bayi karena tak memiliki anak.

"Untuk motif ibunya ini menjual bayinya ini karena ekonomi. Dan, si pembeli ini mengaku bayinya untuk dibesarkan sendiri karena yang bersangkutan tidak memiliki anak," ujar Madya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut