Ngeri, Tiap Hari Ada Anak Datangi Rumah Buronan FBI si Pencabul

Russ Medlin
Sumber :

VoxPop – Polisi menyebut muncikari berinsial A yang menyuplai anak-anak untuk melayani nafsu bejat Russ Albert Medlin, seorang buronan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat adalah kunci untuk membongkar jumlah korban Russ.

img_title Jadi Buron Internasional, Terungkap Keberadaan Syekh Ahmad Al Misry

Diyakini korban Russ bukan cuma tiga orang. Pasalnya selama tinggal di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) warga sekitar kerap melihat anak-anak keluar-masuk kediaman Medlin secara bergantian setiap harinya.

“Diketahui ada berapa korban-korban karena pengakuan masyarakat hampir setiap hari bergantian anak kecil keluar dari sana,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Markas Polda Metro Jaya, Selasa, 16 Juni 2020.

img_title Interpol Terbitkan Red Notice, Buru Syekh Ahmad Al Misry

Dia menambahkan, pihaknya telah bersurat ke FBI untuk memproses ekstradisi Medlin. Sembari menunggu, polisi akan tetap memproses Russ sesuai hukum yang berlaku di Tanah Air. Memang ada permintaan juga dari FBI untuk mengekstradisi Russ karena hendak menindak hukum Russ atas kasus penipuan investasi.

“Saat ini masih didalami tapi kita terus koordinasi dengan mabes Polri dalam hal ini Interpol dengan FBI karena memang tersangka ini adalah buronan FBI. Sudah kita koordinasikan dan kita sudah menyurat karena memang permohonan dari FBI agar yang bersangkutan bisa diekstradisi kembali ke negaranya tetapi proses pencabulan masih kita lengkapi berkas perkara sambil menunggu surat dari sana,” katanya.

img_title Polri Bongkar Fakta di Balik Penangkapan WN Palestina, Bukan Aktivis, tapi Buronan Terorisme

Sebelumnya aparat Polda Metro Jaya mencokok Russ Medlin seorang buronan dari Federal Bureau of Investigation (FBI) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, membenarkan adanya penangkapan ini. 

Selama berada di Indonesia sedikitnya ada tiga anak yang menjadi korbannya. Antara lain berinisial SS, LF, dan TR. Namun, polisi hingga kini masih mendalami ada dugaan korban lainnya.

Russ merupakan buronan Interpol berdasarkan Red Notice Interpol. Berdasarkan Red Notice Interpol, Russ melakukan penipuan investasi sekitar US$722 juta atau sekitar Rp10,8 triliun, dengan menggunakan modus penipuan investasi saham, membuat, mengoperasikan, dan mempromosikan investasi dengan metode cryptocurrency skema ponzi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut