Kompol Ocha, Polwan Paling Ditakuti Bandar Narkoba
- VoxPop / Andrew Tito (Jakarta)
Rasa jenuh pun terkadang menghinggapi dirinya kala semua anggotanya sibuk melakukan pengungkapan di lapangan, ia hanya bisa melakukan monitor saja di kantornya.
"Rindu sih, karena saya tiga tahun di lapangan, mulai dari penyelidikan, penangkapan," ucap Ocha.
Ocha pun bercerita bagaimana proses pengungkapan Sabu 1 ton di Banten pada 2017, ia setiap hari harus melakukan penyelidikan. Kemudian melakukan pemantauan lapangan untuk mengetahui apakah sabu itu sudah sampai di Banten atau belum.
Bahkan, waktu untuk keluarganya pun berkurang karena selama penyelidikan sabu 1 ton terhitung 2 bulan 1 minggu ia hanya pulang ke rumah setiap hari Sabtu.
Ocha mengatakan pulang ke rumah bukan berarti ia bisa bersantai-santai, ia justru harus terus memantau pergerakan para pelaku yang membawa sabu.
"Jadi saya pulang tengah malam sekali dalam seminggu, nanti subuh saya sudah harus berangkat lagi. Karena kan penyelidikannya harus ekstra untuk dapat hasil yang memuaskan," ujarnya.
Meski kesibukan selama 2 bulan lebih, tapi Ocha mengaku selalu berkomunikasi dengan anak dan suaminya melalu video call. Sehingga, kerinduannya selama ia menjalankan dinas bisa terobati.
"Kalau sekarang saya waktu luang banyak. Ya kita nikmati ini pekerjaan saja. Kalau saya puji tuhan keluarga mendukung (pekerjaan saya). Saya benar-benar diberi kesempatan kerja maskimal karena bagi keluarga kalau saya kerja maksimal dan ada hasil dan prestasi keluarga sangat bangga jadi mendukung apalagi orang tua," ujarnya.
