BNN Miskinkan Bandar Narkoba, Rampas Hasil Aset TPPU Senilai Rp 165 Miliar Sepanjang Oktober 2024-Juli 2026

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026
Sumber :
  • ANTARA/Agatha Olivia Victoria

Bogor, VoxPop – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI telah merampas hasil aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari transaksi narkotika dengan valuasi lebih Rp165 miliar pada periode Oktober 2024 sampai Juli 2026.

img_title Kejagung Periksa Taipan Properti Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyebut perampasan aset TPPU itu berasal dari pengungkapan kasus dengan penyitaan 12,3 ton barang bukti narkotika.

"Kami tidak cukup, tidak puas hanya menangkap, tetapi kami juga punya semangat untuk memiskinkan para bandar," ungkap Suyudi dalam acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

img_title Sempat Dikabarkan Ditangkap Bareskrim, Kasat Narkoba Polres Tangsel Disebut Berstatus Saksi

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026

Photo :
  • ANTARA/Agatha Olivia Victoria

Maka dari itu, BNN terus memperkuat pendekatan intelijen kerja sama lintas lembaga, operasi bersama, pemutusan rantai pasok, pengejaran jaringan lintas negara serta strategi follow the money (penelusuran aliran dana) untuk melumpuhkan kekuatan finansial sindikat.

img_title Polda Metro Klarifikasi Nasib Kasat Narkoba Tangsel, Tidak Terlibat Kasus Etomidate

Suyudi menegaskan BNN terus menyempurnakan strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pendekatan yang semakin komprehensif, berimbang, tegas serta tanpa kompromi terhadap bandar dan jaringan narkotika.

Kendati demikian, BNN tetap berlaku humanis dalam memulihkan penyalahguna dan korban guna membangun ketahanan masyarakat serta semakin preventif dalam melindungi anak-anak Indonesia sejak usia dini.

"Ini lah semangat yang kami maknai dalam War on Drugs for Humanity, yaitu perang terhadap kejahatan narkotika namun tetap menjunjung tinggi hak manusia, humanis terhadap korban penyalahguna demi menyelamatkan manusia," tuturnya.

Dia mengatakan bangsa Indonesia sedang berada pada fase yang sangat menentukan, di mana tengah mempersiapkan generasi yang akan mengisi puncak bonus demografi dan membawa Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Dengan demikian untuk mewujudkannya, kata dia, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berkarakter, dan memiliki daya saing yang tinggi.

"Pemerintah telah membangun berbagai fondasi penting untuk mewujudkan dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dan narkotika masih menjadi salah satu ancaman serius," ujar Suyudi. (Ant)

Koordinator Tim Penyidik 9 sekaligus Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung, Rudi Margono (kedua kanan)

Usai Diperiksa Kejagung Soal Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Ferry Boboho Dititipkan ke LPSK, Ada Apa?

Kejagung mengambil langkah yang tak biasa dalam pengembangan perkara yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut