10 Kebijakan Kontroversial Heru Budi Hartono Usai 5 Bulan Jabat Pj Gubernur Jakarta
- Pemprov DKI Jakarta
9. Ubah Slogan Jakarta
Slogan Jakarta Kota Kolaborasi diganti Sukses Jakarta Untuk Indonesia
- VoxPop/Rizki Riyan
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono membuat kebijakan baru dengan mengganti Slogan DKI di era Gubernur Anies Baswedan ‘Kota Kolaborasi’ menjadi ‘Sukses Jakarta Untuk Indonesia’. Kebijakan Heru Budi itu pun menuai pro dan kontra.
Heru menjelaskan bahwa perubahan slogan tersebut merupakan hal yang biasa saja. Dia pun menilai perubahan slogan itu bukan sesuatu hal yang serius.
"Ya, itu kan biasa-biasa saja. Kalau saya menyampaikan sukses Jakarta untuk Indonesia kan boleh-boleh saja, untuk ucapan pada saat saya nutup sesuatu kan ngga masalah ya," kata Heru Budi kepada wartawan di pelataran Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 14 Desember 2022.
Heru pun kembali menjelaskan bahwa makna slogan ‘Sukses Jakarta Untuk Indonesia’ adalah menjadikan Jakarta sebagai barometer Indonesia. Pun dia menilai, Jakarta dituntut untuk meningkatkan dari segala aspek mulai dari ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) menilai kebijakan Heru Budi mengubah slogan Jakarta menjadi ‘Sukses Jakarta untuk Indonesia’ kuno.
"Slogan yang sekarang gak keren, gak milenial dan tidak menuntun, memotivasi warga Jakarta tentang apa yang mesti mereka lakukan untuk memajukan Jakarta," kata MTZ di Jakarta ditulis Selasa 13 Desember 2022.
Slogan ‘Kota Kolaborasi’ yang digaungkan Anies menurutnya lebih relevan dengan keadaan masyarakat Jakarta saat ini.
10. Dua Bulan Klaim Tuntaskan Sodetan Ciliwung
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi diapresiasi Presiden Jokowi karena dianggap berhasil menuntaskan pembangunan sodetan Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT). Proyek sodetan itu disebut akan sangat mengurangi banjir di Ibu Kota.
Jokowi mengatakan proyek itu sempat mangkrak selama enam tahun karena terkendala pembebasan lahan. Presiden memuji Heru Budi yang mampu membebaskan lahan pembangunan sodetan Sungai Ciliwung tersebut.
"(Terkendala) Pembebasan (lahan), tadi saya sampaikan. Saya juga kaget, dikerjakan oleh Pak Gubernur Heru, saya gak tau pendekatannya apa, tapi selesai. Makanya saya ke sini tadi karena udah selesai," ujar Jokowi kepada wartawan, Selasa, 24 Januari 2023.
Mantan Anggota TGUPP, Tatak Ujiyati melihat ada ketidaksesuaian informasi antara klaim Presiden Jokowi bahwa proyek sodetan Ciliwung 6 tahun mangkrak dan pernyataan Kementerian PUPR yang menyebutkan pembangunan sodetan tersebut tahap awalnya sudah selesai dibangun pada tahun 2013-2015 sepanjang 500 meter. Kemudian dihentikan dan dilanjutkan lagi pada tahun 2021.
