Demonstrasi Indonesia Gelap di Patung Kuda Berakhir, Polisi: Situasi Kondusif

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombespol Soesatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa meskipun terjadi sejumlah provokasi, situasi secara keseluruhan dapat dikendalikan, dan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dari kedua belah pihak.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Andrew Tito

Jakarta, VoxPop - Aksi unjuk rasa bertajuk Indonesia Gelap yang berlangsung selama sepekan di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, memuncak dengan ketegangan pada Jumat, 21 Februari 2025 malam.

img_title MInta Rujuk, Mantan Istri Polisi di Medan DItemukan Tewas dalam Kamar Mandi

Meskipun, aparat kepolisian telah berupaya melakukan pengamanan dengan pendekatan persuasif, aksi tetap diwarnai insiden provokatif, termasuk pelemparan bom molotov, petasan roket, serta pembakaran pembatas jalan (water barrier).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombespol Soesatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa meskipun terjadi sejumlah provokasi, situasi secara keseluruhan dapat dikendalikan, dan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dari kedua belah pihak.

Photo :
  • VoxPop.co.id/Andrew Tito
img_title Jangan Sepelekan Karet Belakang Truk, Gara-gara Ini Sopir Langsung Dihentikan Polisi

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Soesatyo Purnomo Condro mengatakan meskipun terjadi sejumlah provokasi, situasi secara keseluruhan dapat dikendalikan dan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dari kedua belah pihak dalam aksi unjuk rasa.

“Alhamdulillah, semua aksi berlangsung dengan aman dan kondusif. Memang sempat ada provokasi, tetapi kami tetap mengedepankan pendekatan persuasif untuk menjaga situasi tetap terkendali,” ujar Soesatyo dalam keterangannya pada Jumat, 21 Februari 2025.

img_title Awas Macet, Ada Dua Aksi Demo di Jakarta Hari Ini Senin 3 Agustus 2026, Hindari Kawasan Ini

Massa Bakar Pembatas Jalan dan Lempar Bom Molotov

Menurut kepolisian, puncak ketegangan terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 14.00 WIB, saat jumlah massa aksi semakin bertambah. Hingga pukul 18.00 WIB, sebagian demonstran mulai membubarkan diri. Namun, kelompok lainnya justru melakukan aksi provokasi dengan membakar tiga water barrier berwarna oranye yang digunakan sebagai pembatas jalan.

Tak hanya itu, massa juga membakar spanduk plastik serta menyalakan api dengan menggunakan pilox dan korek api yang diarahkan ke polisi yang berjaga. Situasi semakin memanas ketika beberapa demonstran melontarkan bom molotov, serta petasan roket ke arah barisan aparat keamanan.

Dalam menghadapi aksi tersebut, kepolisian tetap memilih langkah persuasif dengan mundur dari garis depan demi menghindari konfrontasi langsung.

“Kami terus berusaha meredam eskalasi dengan memberikan imbauan kepada massa aksi untuk tidak melakukan tindakan anarkis,” jelas Soesatyo.

Polisi Imbau Massa Tidak Merusak Fasilitas Umum

Ketika situasi mulai tidak terkendali, aparat kepolisian memberikan peringatan kepada para demonstran agar tidak membakar water barrier dan merusak fasilitas umum lainnya.

“Kepada massa aksi, diminta untuk tidak membakar pembatas jalan. Ini merupakan fasilitas untuk mengatur lalu lintas dan menjaga keselamatan bersama,” seru salah satu petugas kepolisian melalui pengeras suara.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut