2015, Banyak Kasus Kriminal di Jakarta yang Tak Tuntas
Kamis, 31 Desember 2015 - 12:08 WIB
Sumber :
VoxPop.co.id
- Polda Metro Jaya mengakui penyelesaian tindak pidana mengalami penurunan di tahun 2015 dibanding tahun 2014 lalu.
Hal itu diungkap Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam jumpa pers akhir tahun 2015 Polda Metro Jaya di Gedung Biro Operasi Polda Metro Jaya, Rabu, 30 Desember 2015.
Sepanjang 2015 ini, tercatat kasus pidana yang terselesaikan sebanyak 29.750 kasus. Padahal di tahun 2014 tercatat sebanyak 31.365 kasus yang diselesaikan. "Kalau dilihat ada penurunan pengungkapan sebesar 1.615 kasus atau 5,15 persen," kata Tito.
Terkait penyebab penurunan jumlah pengungkapan kasus di Polda Metro Jaya, Tito mengaku belum mengetahuinya. “Kami belum tahu apa penyebab penurunan ini. Apakah itu akibat dari system penanganan atau akibat anggaran. Kami akan evaluasi dulu soal ini,” kata Tito.
Namun, lanjut Tito, di tahun 2015 jumlah kasus tindak pidananya juga menurun ketimbang 2014 lalu.
Sepanjang 2015 ini tercatat jumlah kasus pidana yang dilaporkan sebanyak 44.304 kasus. Sedangkan 2014 lalu ada 44.687 kasus. Angka ini turun sebanyak 383 kasus atau 0,86 persen.
Memang dalam tahun 2015, ada beberapa kasus di Polda Metro Jaya yang hingga akhir tahun belum bisa diungkap Polda Metro Jaya dan jajarannya.
Berikut beberapa kasus yang dihimpun VoxPop.co.id:
1. Pembunuhan Mahasiswa UI Akseyna
Sabtu, 26 Desember 2015, tepat sembilan bulan sudah kasus pembunuhan Akseyna Ahad Dori (18). Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Fakultas MIPA. Namun, hingga penghujung tahun ini, kasus tersebut masih menjadi teka-teki dan pihak kepolisian masih belum bisa mengungkap kasus tersebut.
Mahasiswa Jurusan Biologi itu ditemukan tewas dengan tas berisi pemberat batu di Danau Kenanga UI pada Kamis 26 Maret 2015 pukul 09.30.
Pada awalnya, satu sampai dua bulan sejak Akseyna ditemukan tewas. Polisi kebingungan menyebut ini pembunuhan atau bunuh diri. Apalagi ada secarik kertas yang awalnya diyakini tulisan Ace tertempel di dinding kamar kosnya. Dalam surat itu Ace seakan berpamitan untuk menghilang dan meminta orang-orang untuk tidak mencarinya.
Akan tetapi, dua bulan setelah ditemukan tewas, tepatnya 28 Mei 2015, polisi baru menegaskan Ace, panggilan akrab Akseyna tewas dibunuh dan meningkatkan kasusnya ke penyidikan untuk mencari tersangkanya.
Hal itu diungkap Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam jumpa pers akhir tahun 2015 Polda Metro Jaya di Gedung Biro Operasi Polda Metro Jaya, Rabu, 30 Desember 2015.
Sepanjang 2015 ini, tercatat kasus pidana yang terselesaikan sebanyak 29.750 kasus. Padahal di tahun 2014 tercatat sebanyak 31.365 kasus yang diselesaikan. "Kalau dilihat ada penurunan pengungkapan sebesar 1.615 kasus atau 5,15 persen," kata Tito.
Terkait penyebab penurunan jumlah pengungkapan kasus di Polda Metro Jaya, Tito mengaku belum mengetahuinya. “Kami belum tahu apa penyebab penurunan ini. Apakah itu akibat dari system penanganan atau akibat anggaran. Kami akan evaluasi dulu soal ini,” kata Tito.
Namun, lanjut Tito, di tahun 2015 jumlah kasus tindak pidananya juga menurun ketimbang 2014 lalu.
Sepanjang 2015 ini tercatat jumlah kasus pidana yang dilaporkan sebanyak 44.304 kasus. Sedangkan 2014 lalu ada 44.687 kasus. Angka ini turun sebanyak 383 kasus atau 0,86 persen.
Memang dalam tahun 2015, ada beberapa kasus di Polda Metro Jaya yang hingga akhir tahun belum bisa diungkap Polda Metro Jaya dan jajarannya.
Berikut beberapa kasus yang dihimpun VoxPop.co.id:
1. Pembunuhan Mahasiswa UI Akseyna
Sabtu, 26 Desember 2015, tepat sembilan bulan sudah kasus pembunuhan Akseyna Ahad Dori (18). Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Fakultas MIPA. Namun, hingga penghujung tahun ini, kasus tersebut masih menjadi teka-teki dan pihak kepolisian masih belum bisa mengungkap kasus tersebut.
Mahasiswa Jurusan Biologi itu ditemukan tewas dengan tas berisi pemberat batu di Danau Kenanga UI pada Kamis 26 Maret 2015 pukul 09.30.
Pada awalnya, satu sampai dua bulan sejak Akseyna ditemukan tewas. Polisi kebingungan menyebut ini pembunuhan atau bunuh diri. Apalagi ada secarik kertas yang awalnya diyakini tulisan Ace tertempel di dinding kamar kosnya. Dalam surat itu Ace seakan berpamitan untuk menghilang dan meminta orang-orang untuk tidak mencarinya.
Akan tetapi, dua bulan setelah ditemukan tewas, tepatnya 28 Mei 2015, polisi baru menegaskan Ace, panggilan akrab Akseyna tewas dibunuh dan meningkatkan kasusnya ke penyidikan untuk mencari tersangkanya.
Halaman Selanjutnya
