Antasari Ungkap Dugaan Motif Teror Bom ke Pimpinan KPK

Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar
Sumber :
  • VoxPop / Agus Rahmat

VoxPop – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, mengaku terkejut dengan teror bom yang diterima oleh sejumlah pimpinan komisi antirasuah itu. Di antaranya di kediaman Ketua Agus Raharjo, dan Wakil Ketua Laode M Syarif.

img_title Sidang Perdana Kasus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut Digelar Selasa 11 Agustus

Antasari mengaku heran. Dikiranya, aksi-aksi teror terhadap pimpinan KPK telah selesai pasca ia di penjara beberapa tahun lalu. 

"Saya pikir dengan memenjarakan saya, selesai. Rupanya masih ada juga ya, mudah-mudahan, selamatlah. Kita berdoa mudah-mudahan selamat," kata Antasari usai menjadi pembicara di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu 9 Januari 2019.

img_title Penampakan 4 Moge yang Disita KPK Terkait Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

Dia yakin, teror seperti apapun yang dialamatkan ke KPK, tidak akan membuat mereka surut dalam melakukan pemberantasan korupsi. Itu juga yang sempat ia pesankan, ketika di penjara saat masih aktif menjadi ketua. Bahwa tidak akan surut pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Jalan teruskan, makanya tidak akan bisa kita teror, KPK tidak akan bisa diteror, percayalah," katanya.

img_title Dewas KPK Terima 762 Laporan Penyadapan hingga 6 SP3 Sepanjang Semester I 2026

Ia meminta, agar kejadian teror bom terhadap pimpinan KPK ini tidak membuat mereka takut. Antasari menduga, KPK ingin mengusut kasus, dan  menyeret pihak lain. Maka dilakukanlah aksi teror itu.

"Mungkin ada yang ingin dibuat oleh KPK, tahu mereka melakukan tindakan korupsi, sehingga KPK tidak bergerak," katanya. (EP)

Ketua MPR RI Ahmad Muzani (tengah) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Pimpinan MPR Serahkan Konsep PPHN ke Prabowo, Bakal Jadi Pedoman Lintas Presiden

Presiden RI Prabowo Subianto mendukung penuh penyusunan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai pedoman pembangunan nasional yang berlaku lintas pemerintahan.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut