Polisi Wanti-wanti Masyarakat Tak Sebarkan Informasi Hoaks soal Corona

Simulasi penanganan virus Corona di RSUD Moewardi.
Sumber :
  • VoxPopnews/Fajar Sodiq

VoxPop – Kepolisian mewanti-wanti masyarakat agar tidak mudah termakan informasi atau isu-isu hoaks yang tak dapat dipertanggungjawabkan terkait virus Corona. Sejak kasus itu mencuat dan menjadi perhatian dunia, polisi mengajak seluruh pihak memeriksa terlebih dahulu informasi tersebut sebelum disebarkan secara luas.

img_title Menko Polkam Sebut Video Demo di Medsos Hoaks: Mungkin Terjadi Pada Masa Lalu

Terlebih, satu kasus baru ditemukan yakni dua korban dinyatakan positif terinfeksi yang merupakan warga negara Indonesia asal Depok, Jawa Barat.

"Kami imbau masyarakat jangan mudah percaya terkait (hoaks terkait) Corona," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di kantornya, Jakarta Selatan, Senin 2 Maret 2020.

img_title Menko Polkam Minta Penyebar Hoaks Ditindak Tegas: Tidak Ada Kompromi!

Kata Argo, masyarakat dapat melakukan cross check informasi apa pun mengenai virus berbahaya tersebut ke instansi resmi. Masyarakat dapat menanyakannya ke pemerintah pusat dan daerah yang berwenang menjawab. Untuk itu ditegaskan, jangan sampai menjadi bagian dari infomasi hoaks tersebut.

"Ada dari Kemenkes dan Dinkes menjadi narasumber kita. Tanya di sana tentunya, kita jangan mudah percaya berita dan harus di-cross check jangan sampai kita bagian dari penyampaian informasi yang kurang pas," ujar Argo.

img_title Menko Polkam: Situasi Dalam Negeri Sangat Mantap, Semua Masih Terkendali

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, meminta kepada masyarakat jangan paranoid dan cemas terkait dengan penemuan dua orang positif Corona ini. Kedua pasien tersebut sudah berada di RSPI Sulianto Saroso menjalani perawatan.

Dua orang itu adalah seorang ibu berusia 64 tahun dan anak putrinya yang berusia 31 tahun.

"Ini saya langsung ke RSPI Sulianti Saroso. Kita tidak boleh paranoid dan cemas. Kita justru bisa menyalahi prosedur yang ada kalau paranoid. Tidak ada vaksin, dan belum ditemukan. Riset berjalan, riset dunia juga masih berjalan. Riset bersama, kemudian hari menemukan vaksin atau obat," kata Terawan.

MSBO, seorang kopilot WN Malaysia yang ditangkap atas dugaan menjadi kurir ekstasi 25 kilogram menuju Indonesia

Cegah Kasus Kopilot Selundupkan Ekstasi Terulang, Malaysia Tugaskan Polisi di Bandara

Malaysia mempertimbangkan untuk menugaskan kepolisian di dalam area bandara untuk mencegah praktik penyelundupan narkoba seperti kasus kopilot bawa ekstasi ke Indonesia

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut