Kaleidoskop 2020: Kemarahan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet

Presiden Jokowi saat rapat kabinet.
Sumber :
  • Tangkapan layar

VoxPop - Tahun 2020 diwarnai dengan sebuah momen ketika Presiden Jokowi marah kepada para menterinya dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara. Jokowi lantas mengancam akan melakukan reshuffle kabinet.

img_title Roy Suryo Janji Tak Ambil Uang Ganti Rugi Rp206 Juta Jika Menang Praperadilan, Disumbangkan ke Panti Asuhan

Peristiwa itu terjadi pada sidang kabinet paripurna yang bersifat tertutup pada 18 Juni 2020. Lalu, video yang memperlihatkan Jokowi marah dipublikasikan 10 hari kemudian yakni pada Minggu, 28 Juni 2020.

Awal mulanya, Jokowi meminta para menterinya bekerja lebih keras lagi untuk masyarakat di masa pandemi COVID-19.

img_title Gelar Adat Jokowi Terus Bertambah, Ahmad Ali: Rakyat Mengingat Hasil Kerja

Ia menyebut situasi saat sekarang sudah semestinya diatasi dengan langkah-langkah yang luar biasa atau extraordinary. Jokowi lantas mengultimatum akan reshuffle kabinet bila hal itu dibutuhkan.

"Sekali lagi, langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemerintahan. Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," kata Jokowi dalam video rapat Kabinet tanggal 18 Juni 2020, di Istana Negara sebagaimana diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu, 28 Juni 2020.

img_title Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Kalinya, Minta Status Cekal Dibatalkan

Baca juga: Jokowi Marah, Fahri Hamzah Khawatir Terlalu Banyak Menteri Titipan

Dalam rapat itu, Jokowi tampak meninggi nada bicaranya. Ia meminta jajaran kabinetnya mempunyai satu kesamaan pikiran bahwa saat ini dalam situasi krisis. Karena itu, ia menegaskan agar para kabinetnya bekerja keras.

Publik di tanah air termasuk para tokoh dan elite politik pun sempat dibuat ramai dengan kemarahan sang presiden tersebut. Banyak di antara mereka meyakini benar-benar akan terjadi reshuffle kabinet.

Namun, komentar bernada sindiran disampaikan oleh mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. Lewat akun Twitternya, Fahri berseloroh dengan menyebut siapa yang menyiapkan bahan Jokowi untuk marah.

"Pertanyaan selasa: Siapa yang menyiapkan bahan untuk marah.. siapa yang dimarahi... apakah yang marah dan yang dimarahi ada dalam satu gelombang? Karena Setelah dimarahi kok gak kayak dimarahi...," tulis Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia ini di akun Twitternya, dikutip VoxPop Selasa, 30 Juni 2020.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut