Kaleidoskop 2020: Kemarahan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet
- Tangkapan layar
Selain untuk memastikan kecepatan dan ketepatan pencairan anggaran, pemenuhan semua prosedur administrasi juga menjadi sebuah tantangan, untuk menjaga keseimbangan antara prosedur yang sederhana tapi tetap akuntabel.
Lalu, dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 5 Oktober 2020, Jokowi menyindir kinerja anak buahnya yang terus mengimpor komoditas garam ke Tanah Air. Padahal, untuk urusan impor harusnya bisa ditekan jika produksi nasionalnya diperbaiki.
"Masih rendahnya produksi garam nasional kita, sehingga kemudian cari yang paling gampang yaitu impor garam. Dari dulu gitu terus dan tidak pernah ada penyelesaian," kata Jokowi.
Dan saat rapat koordinasi pengadaan barang dan jasa Rabu, 18 November 2020, kinerja anak buahnya dan pemerintah daerah. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyebut saat ini hampir memasuki akhir tahun dan masih saja ada pekerjaan yang baru mau dikerjakan.
Padahal jauh-jauh hari dia mengatakan sudah meminta agar pengadaan barang dan jasa atau belanja pemerintah segera diserap.
"Tadi Ketua LKPP Pak Roni menyampaikan ini bulan November sudah tanggal berapa ini 18 November, masih ada yang masih untuk proses konstruksi, ini konstruksi masih dalam proses 40 triliun. Terus ngerjainnya kapan? Pengerjaannya kapan, tinggal sebulan," kata Jokowi.
