Gonjang-Ganjing KPK, Beda Jokowi Lain SBY

Gedung Merah Putih KPK
Sumber :
  • VoxPop/Andry Daud

VoxPop – Polemik Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini masih terus terus bergulir. Tes ini menjadi syarat alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara atau ASN, sesuai amanat UU Nomor 19 tahun 2019 tentang KPK. Gonjang ganjing di KPK, sebenarnya juga kerap kali muncul sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

img_title Roy Suryo Janji Tak Ambil Uang Ganti Rugi Rp206 Juta Jika Menang Praperadilan, Disumbangkan ke Panti Asuhan

Pada 2009, di era Presiden SBY, muncul kasus yang dikenal dengan Cicak vs Buaya. Baik itu jilid I dan II. Pada Cicak vs Buaya jilid I, terjadi gesekan antara KPK dengan Polri ketika komisi antirasuah tersebut menyadap Kabareskrim Polri saat itu Komjen Pol Susno Duadji. Muncul dugaan ada keterlibatan Susno dalam kasus Bank Century yang diusut KPK.

Konflik semakin memanas. Puncaknya, dua orang Wakil Ketua KPK yakni Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, ditahan Bareskrim Mabes Polri. Reaksi muncul, tidak hanya dari aktivis antikorupsi tetapi juga masyarakat umum, sehingga menguatkan dukungan publik terhadap KPK.

img_title Gelar Adat Jokowi Terus Bertambah, Ahmad Ali: Rakyat Mengingat Hasil Kerja

Presiden SBY akhirnya turun tangan, karena penahanan Bibit dan Chandra memantik reaksi keras publik. Mendesak dirinya juga agar turun tangan menyelamatkan KPK. Hingga pada 23 November 2009, Presiden SBY menyampaikan instruksinya.

"Oleh karena itu, solusi dan opsi lain yang lebih baik, yang dapat ditempuh adalah pihak kepolisian dan kejaksaan tidak membawa kasus ini ke pengadilan dengan tetap mempertimbangkan azas keadilan, namun perlu segera dilakukan tindakan-tindakan korektif dan perbaikan terhadap ketiga lembaga penting itu yaitu Polri, Kejaksaan Agung dan KPK," kata SBY. Tak lama, kasus yang dituduhkan ke Bibit dan Chandra di deponering (mengesampingkan perkara demi kepentingan umum yang lebih luas). Keduanya dibebaskan.

img_title Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Kalinya, Minta Status Cekal Dibatalkan

Masih di pemerintahan Presiden SBY. Konflik KPK dengan Polri kembali muncul. Ketika komisi antirasuah itu menangani dugaan korupsi Simulator SIM yang menjerat Kepala Korlantas saat itu Irjen Djoko Susilo. Bahkan ketegangan memuncak, setelah penyidik menggeledah kantor Korlantas. Disusul kabar pengepungan gedung KPK oleh anggota Brimob Polri pada Jumat 5 Oktober 2012. Mereka ingin membawa penyidik Novel Baswedan, terkait kasus penganiayaan saat dia masih bertugas di kepolisian di Riau.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut