Egianus Kogoya Bantah Minta Tebusan Pilot Susi Air Rp 5 Miliar: Itu Omong Kosong!
- ANTARA
Fakhiri mengungkapkan pejabat lama Pj Bupati Nduga Namia Gwijangge terus melakukan langkah-langkah untuk pembebasan Pilot Susi Air itu, namun belum ada progresnya. Bahkan, sambung Fakhiri, Namia juga sempat bertemu dengan Presiden Jokowi, namun belum ada juga titik terangnya hingga saat ini.
"Saya bertemu lagi dengan Pj Nduga yang lama itu, saya tanyakan ulang minta waktu satu minggu tapi tidak ada progres. Saya juga sebelumnya berharap pembahasan uang Rp 5 miliar itu tidak berkembang kemana-mana karena itu hanya ucapan yang kita diskusikan awal untuk upaya negosiasi pembebasan pilot," ucapnya.
Ketika ditanya soal hasil pertemuan dengan Presiden Jokowi saat berkunjung di Jayapura, kemarin, Fakhiri mengatakan, pada pertemuan itu Presiden meminta untuk menyelesaikan kasus penyanderaan Pilot Susi Air dengan baik.
Presiden Jokowi juga meminta TNI dan Polri untuk terus membangun komunikasi yang baik sehingga tidak boleh ada kekerasan-kekerasan lanjutan.
"Kita maunya semua baik, dan apa yang disampaikan presiden tentu menjadi panduan bagi kami untuk langkah-langkah upaya pembebasan pilot. Semua juga bekerja sesuai peran, kami TNI dan Polri, tokoh agama, masyarakat di sana, Komnas HAM, dan pemerintah daerah. Intinya kita akan penuhi semua permintaan terkecuali permintaan merdeka, serta amunisi dan senjata," ungkap Fakhiri.
Diketahui, pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens sudah 6 bulan disandera KKB Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023 lalu. Pilot Susi Air disandera KKB setelah membakar pesawat Susi Air di Bandara Paro Nduga, Papua Pegunungan.
Presiden Jokowi mengatakan berbagai upaya untuk membebaskan sandera pilot Susi Air hingga kini masih terus dilakukan pemerintah bersama aparat keamanan.
"Kita ini jangan dilihat diam saja loh. Karena sudah berupaya dengan amat sangat, namun tidak bisa dibuka terkait apa yang sudah dikerjakan di lapangan," ujar Presiden Jokowi di Jayapura, Papua, Jumat.
"Pemerintah sudah berusaha keras untuk menyelesaikan persoalan itu dan masih terus berproses," tegas Presiden Jokowi.
