Megawati Soekarnoputri Tolak UU TNI dan Polri Direvisi

Megawati Soekarnoputri di acara Mukernas Partai Perindo
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menolak UU TNI dan Polri direvisi. Revisi perundang-undangan tersebut kini masih bergulir di Dewan Perwakilan Rakyat, DPR RI

img_title Viral Foto Bareng Megawati, Siapa Frederik Kiran Cucu Soekarno yang Dipuji Ganteng? Ternyata Berdarah Belanda-Jepang

Dimana rencananya DPR RI akan melakukan revisi terhadap UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

"Undang-undang, nanti kalau saya ngomong gini, Bu Mega enggak setuju, ya enggak setuju lah, yang RUU TNI-Polri gitu," ujar Megawati dalam pidato politiknya di acara Mukernas Partai Perindo, di iNews Tower, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juli 2024.

img_title DPR Soroti Pentingnya Adminduk untuk Semua Layanan Publik, Palangka Raya Dinilai Siap Perluas Identitas Digital

Megawati yang juga Presiden RI ke-5 ini menyinggung soal Tap MPR Nomor VI/MPR/2000. Ketetapan tersebut adalah yang mengatur tentang pemisahan TNI dan Polri. Pemisahan TNI dan Polri juga menjadi amanat Reformasi 1998.

"Sumbernya, itu TAP MPR loh, yang namanya ketika jadi satu, saya yang memisahkan, Presiden loh bukan Megawati. Tap MPR harus dijalankan yaitu pemisahan antara TNI-Polri," jelas Megawati.

img_title Hasto PDIP: Pengganti Perry Warjiyo Harus Paham Stabilisasi Moneter

Putri Proklamator RI Bung Karno itu menjelaskan, bila memang yang ingin disetarakan dari revisi UU TNI dan Polri ini adalah umur maka fokus saja di situ. Bahkan dia berpikiran, kalau yang dipersoalkan adalah kesetaraan, apakah kalau satu institusi mendapat alutsista pesawat maka institusi lainnya juga harus sama.

"Sampai saya bilang gini, oh kalau disetarakan artinya kalau AU RI punya pesawat, berarti polisi punya pesawat dong. Itu pemikiran saya. Ada yang bilang, oh enggak gitu bu, ini persoalan umur. Ya persoalan umur ya sudah saja, ndak perlu disetarakan-setarakan gitu, apa toh maunya," jelas Megawati.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Presiden KSPSI Andi Gani

Buruh Minta DPR Serius Tangani RUU Ketenagakerjaan

Koalisi Besar Pejuang Buruh Indonesia meminta DPR RI untuk serius dalam membahas dan menyusun Rancangan Undang-undang atau RUU terkait Ketenagakerjaan.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut