'Tangkap Predator Seksual', Diantara Spanduk Aktivis Perempuan saat Aksi di Sidang Agus Buntung

Sejumlah aktivis perempuan menggelar aksi mendukung korban di sidang Agus disabilitas (Satria)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Satria Zulfikar (Mataram)

Mataram, VoxPop – Sejumlah aktivis perempuan, sempat menggelar aksi di sidang lanjutan kasus IWAS alias Agus Disabilitas di Pengadilan Negeri Mataram, Senin, 10 Februari 2025. Mereka membentangkan berbagai spanduk yang menuntut pelaku diadili. 

img_title Siapa Pemilik Emas 74 Kg di Kasus Febrie Adriansyah? Kejagung: Nanti Terungkap di Persidangan

Sidang Agus Buntung digelar kembali dalam agenda meminta keterangan pemilik homestay tempat Agus membawa korban dan dua pendamping korban. Sidang berjalan cukup lama, dimulai sekitar pukul 09.30 Wita dan berakhir pukul 19.30 Wita malam hari.

Aksi unjuk rasa sejumlah aktivis perempuan sempat dilakukan saat sidang Agus berjalan. Aktivis membawa spanduk simpati untuk korban kejahatan seksual. Spanduk-spanduk bertuliskan "Berduka untuk Banyaknya Korban Predator Seksual" hingga "Tangkap Predator Seksual."

img_title Jelang Sidang Banding, Pengacara Nadiem Desak Hakim Periksa Ulang Saksi dan 2 Bukti Kunci

Agus Buntung saat keluar ruang sidang di Pengadilan Negeri Mataram, Kamis, 16 Januari 2025 (Satria)

Photo :
  • VoxPop.co.id/Satria Zulfikar (Mataram)

Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) NTB Perwakilan Koalisi Anti Kekerasan Seksual NTB, Madiana mengatakan aksi digelar sebagai bentuk dukungan terhadap korban kejahatan seksual yang berjumlah cukup banyak.

img_title Nasib Gugatan Program MBG Ditentukan Besok, MK Siap Bacakan Putusan

"Hari ini kami bersama kawan-kawan Koalisi Anti Kekerasan Seksual NTB hadir sekitar 20 orang di Pengadilan untuk menegaskan bahwa kasus Agus terkait dengan dakwaan kekerasan seksual yang saat ini menjadi kejahatan luar biasa," katanya.

"Terutama paling berdampak buruk pada mental korban sehingga seharusnya tidak bisa dinormalisir hanya karena terdakwa penyandang disabilitas, itu sangat tidak adil bagi korban," ujarnya.

Selain memberi dukungan kepada korban, aktivis juga memberi dukungan terhadap pendamping korban yang saat ini menjadi saksi di persidangan.

"Selain memberikan dukungan ke para korban, koalisi juga hari ini bertujuan memberikan dukungan dan pendampingan ke para pendamping korban yang selama ini berjuang memberikan pelindungan ke para korban dan dijadikan saksi dalam persidangan hari ini," katanya.

Direktur Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial (InSPIRASI), Nurjanah mengatakan gerakan solidaritas untuk memberikan dukungan sepenuhnya terhadap korban predator seksual. Gerakan tersebut mengangkat tagline #kami berjuang bersama korban  #tangkap predator sexual, #siapapun bisa menjadi pelaku predator sexual tanpa memandang kerentanan seseorang.

"Tagline gerakan ini ingin memberikan pesan ke publik bahwa, jangan biarkan korban sendirian menghadapi situasi perlawanan ini, tapi harus di dukung penuh oleh siapapun," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut