Eks Ajudan Cerita Detik-detik Wahyu Setiawan Kena OTT KPK, Hilang dari Balik Gorden Pesawat Bisnis
- VoxPop.co.id/M Ali Wafa
Jakarta, VoxPop – Mantan ajudan eks komisioner KPU RI Wahyu Setiawan, Rahmat Setiawan kembali membongkar detik-detik bosnya kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK soal kasus dugaan suap PAW DPR RI. Dia menyebut peristiwa terjadi ketika Wahyu hendak berangkat dari Bandara Soekarno Hatta (Soetta) menuju Bangka Belitung.
Rahmat mengungkapkan hal tersebut ketika dirinya menjadi salah satu saksi yang dihadirkan dalam persidangan kasus suap dan perintangan penyidikan PAW DPR RI, dengan terdakwa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Sidang digelar di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Jumat 25 April 2025.
Jaksa penuntut umum (JPU) mulanya meminta kepada Rahmat menceritakan kembali operasi senyap KPK ketika menangkap Wahyu Setiawan.
Rahmat menyebutkan bahwa operasi senyap KPK terjadi pada 8 Januari 2020 malam. Kondisinya Wahyu Setiawan sudah masuk ke pesawat tipe bisnis hendak pergi ke Bangka Belitung.
Wahyu Setiawan Mantan Komisioner KPU Diperiksa KPK Terkait Harun Masiku
- VoxPop/M Ali Wafa
Namun begitu, ketika jam terbang pesawat sudah harus dilakukan. Penerbangan malah ditunda. Rahmat kemudian mengecek keadaan Wahyu Setiawan, dan didapati sudah tidak ada di kursinya.
"Setelah dipanggil masuk Pak Wahyu di kelas bisnis saya di belakang di ekonomi tapi di belakang bisnis setelah itu harusnya jam sudah mulai terbang tapi kok ada kaya sesuatu yang ditunda, setelah saya tengok di gorden bisnis Pak Wahyu sudah ngga ada," ujar Rahmat di ruang sidang.
Rahmat menanyakan kepada pramugari dan pramugara pesawat. Pramugari dan pramugara menyebutkan bahwa Wahyu Setiawan sudah dibawa oleh tim penyidik KPK. Rahmat pun diminta ikut oleh Wahyu Setiawan
"Saya tidak tahu tim dari mana terus saya ditanya, ini ada perintah dari Pak Wahyu untuk Pak Toni ikut Pak Wahyu, bagaimana?," kata Rahmat.
"Karena ada perintah dari Pak Wahyu saya konfirmasi 'Ton kamu ikut saya' (dijawab) 'oh siap', tapi ditanya kalau memang ikut karena sudah tidak ada perintah HP barang Pak Toni saya pinjam dulu, dan saya izin untuk melakukan panggilan telepon tapi tidak boleh, sudah saya ikut saja," lanjut Rahmat seraya diminta ikut Wahyu.
