Amunisi Meledak di Garut, Komisi I Bakal Panggil KSAD dan Pangdam Siliwangi

VoxPop Militer: KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Sumber :
  • Dispenad

Jakarta, VoxPop - Komisi I DPR RI akan memanggil Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Panglima Kodam (Pangdam) III Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman buntut ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat, yang menewaskan 13 orang.

img_title TNI Buka Suara Soal Dugaan Prajurit Aniaya Polisi Hingga Tewas di Asrama Brimob Slipi

"Nanti biar Kepala Staf Angkatan Darat dan Pangdam Siliwangi untuk menjelaskan ini. Kita akan meminta beliau, mudah-mudahan ini yang terakhir kali terjadi. Jadi kapan kita memanggil, kita akan segera. Tentu mudah-mudahan sebelum masa sidang ini,” kata Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 14 Mei 2025.

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto.

Photo :
  • VoxPop.co.id/Rahmat Fatahillah Ilham
img_title Menuju Olimpiade 2028, PBTI dan TNI Siap Sukseskan Asian Taekwondo Open di Jakarta

Ia menilai ada keteledoran dalam pemusnahan amunisi kedaluwarsa tersebut, sehingga 9 orang warga sipil dan 4 anggota TNI yang tewas.

“Kalau seteledor ini, potensi bisa terjadi di mana-mana. Dan kemarin itu ada kolonel yang gugur, ada mayor yang gugur, ada masyarakat sipil yang wafat. Semua tentu, kita semua berduka dan ini tidak boleh lagi terjadi,” ungkapnya.

img_title Viral Kabar Kendaraan Lapis Baja Berjejer di Monas untuk Hadapi Demonstran, TNI: Jangan Sebarakan Hoaks!

Seharusnya, kata Utut, ada aturan yang berlaku untuk menjalankan tugas pemusnahan amunisi tersebut. Menurutnya, akibat lengahnya pengawasan dari pimpinan menyebabkan aturan itu tak benar-benar ditaati. Jika pengawasan dan prosedurnya dilakukan secara ceroboh, lanjut dia, maka peristiwa serupa ke depan berpotensi dapat terulang.

Utut mendorong harus adanya perbaikan di instansi pertahanan negara tersebut. Misalnya, kata Utut, dengan menjauhkan lokasi peledakan dari wilayah sipil.

"(Jadi) jangan ceroboh, aturan harus ditaati, ada komandan yang jaga. Instansi militer itu (seharusnya) jauh dari rakyat, harus steril," pungkasnya.

Diketahui, pemusnahan amunisi tak layak pakai milik TNI AD yang dilakukan di Garut, Jawa Barat memakan korban jiwa. Belasan orang dikabarkan meninggal dunia.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengkonfirmasi insiden berdarah tersebut. Hanya saja, orang nomor satu di lingkungan TNI AD itu masih belum bisa memastikan penyebab belasan orang meninggal dunia dalam proses pemusnahan Amunisi Tak Layak Pakai atau kadaluwarsa tersebut.

"Benar terjadi kejadian tersebut. Kejadianya sedang diinvestigasi," kata KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat dikonfirmasi awak media pada Senin, 12 Mei 2025.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut