Ribuan Ojol Demo di Kantor Gubernur Sumut, Tuntut Hapus Tarif Murah: Kami seperti Sapi Perah

Ribuan driver Ojol gelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan.(B.S.Putra/VoxPop)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/B.S. Putra (Medan)

Medan, VoxPop – Ribuan ojek online (ojol) di Sumatera Utara dari berbagai aplikator, tergabung dalam Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams), menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, di Jalan Diponegoro, Kota Medan, Selasa 20 Mei 2025.

img_title Meutya Hafid Bantah Pemerintah Larang Media untuk Liput Demo, Begini Penjelasannya

Ribuan ojol ini merupakan mitra dari Grab, Gojek, Maxim, InDriver, Shopee Food, menuntut penghapusan tarif yang tidak manusiawi bagi ojol melalui program ongkos murah. 

"Kami ini, seperti sapi perah," teriak seorang driver ojol wanita menggunakan alat pengeras suara di mobil komando.

img_title Polisi Tangkap Wanita 45 Tahun di Ciamis Jabar, Diduga Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Ketua Umum Godams, Agam Zubir mengungkapkan meminta kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk membuat regulasi tarif, yang layak bagi bagi Ojol di tanah air, termasuk di Sumut ini.

"Terbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu), sebagai regulasi untuk payung hukum ojol," sebut Agam dari mobil komando di hadapan ribuan peserta aksi. 

img_title Awas Macet, Ada Dua Aksi Demo di Jakarta Hari Ini Senin 3 Agustus 2026, Hindari Kawasan Ini

Dalam aksi ini, massa menuntut kepada masing-masing aplikator jasa transportasi online, untuk menghapuskan program instan, seperti Aceng, Slot, Bike Hemat, HUB, Sameday, Gabungan dan lain. Agam menyebutkan seluruh program ini, mayoritas merugikan sopir ojol. 

Begitu juga, ribuan ojol ini, mendesak seluruh aplikator untuk menaati Permenhub Nomor 667 tahun 2022, tetangga potongan aplikasi yang dinilai manusiawi bagi driver ojol. 

"Kami juga meminta berikan jaminan perlindungan dan keselamatan kerja bagi seluruh mitra driver ojol," ungkap Agam.

Agam menjelaskan momentum Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2025 menjadi bagi Ojol Indonesia untuk bergerak serentak menyampaikan aspirasi terkait carut marutnya pengawasan bisnis transportasi herbasis Online di Indonesia saat ini. 

"Berbagai sistem kerja di terapkan kepada driver ojol saat ini sangat merugikan, baik dari sisi ekonomi karena semakin berkurangnya alokasi order kepada banyak driver akibat prioritas orderan banyak diberikan kepada driver yang mengikuti program instan aplikator," kata Agam.

Agam mengatakan program yang memberikan banyak penerimaan order namun tarif yang diterima per layanannya sangat murah. Driver bekerja lebih banyak untuk meraih pendapatan yang layak tentunya akan berpengaruh kepada stamina maupun kondisi kesehatan driver sendiri. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut