Saksi Ungkap Reaksi Hasto Tau Upaya PAW Harun Masiku Gagal: Sampaikan ke Wahyu Garansi Saya, Ini Perintah Ibu!

Pemeriksaan Hasto Kristiyanto Sebagai Tersangka Kasus Suap di KPK
Sumber :
  • VoxPop.co.id/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop – Kader PDI Perjuangan Saeful Bahri mengungkap reaksi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto setelah mendengar kabar bahwa upaya pengurusan PAW DPR RI 2019-2024, Harun Masiku gagal.

img_title KPK Duga Raja Juli Belum Kembalikan Seluruh Uang dalam Amplop dari Bupati Kuansing, Berapa Jumlahnya?

Hal itu diungkap Saeful Bahri saat dihadirkan menjadi salah satu saksi dari jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Kamis 22 Mei 2025. Saeful dihadirkan jadi saksi dalam kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan PAW DPR, dengan terdakwa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Upaya yang dilakukan dalam pengurusan PAW Harun Masiku sudah dilakukan melalui berbagai cara. Mulai dari menguji materi Peraturan KPU (PKPU) ke Mahkamah Agung (MA), meminta fatwa MA, hingga mendekati Komisioner KPU RI saat itu yakni Wahyu Setiawan.

img_title KPK Ungkap Raja Juli Bertemu Bupati Kuansing Tiga Kali hingga Dugaan Setoran Uang ke Pejabat Kemenhut

Dalam sidang, jaksa bermula dari mengungkap percakapan antara Saeful dengan Agustiani Tio Fridelina selaku mantan anggota Bawaslu RI sekaligus mantan kader PDIP.

Terdakwa yang juga kader PDIP, Saeful Bahri, di KPK.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
img_title KPK Ungkap Seorang Pejabat di Kemenhut Diduga Terima Uang 12.500 Dolar Singapura dari Bupati Kuansing

Komunikasi keduanya ada menyinggung soal permintaan Saeful kepada Agustiani Tio untuk kembali menghubungi Wahyu Setiawan. Dalam percakapaan tersebut, Saeful menyebut Hasto siap menjadi garansinya karena sesuai dengan perintah ketua umum.

“Saksi, ini konteksnya, ini kan tanggal 6 Januari (2020) ya. Konteksnya apa ini? Kenapa kemudian pada saat itu terdakwa ini telepon saudara, kemudian menyampaikan hal itu? Dan, saudara sampaikan ke saudara Tio?” tanya jaksa di ruang sidang.

“Tanggal 6 itu saya dapat informasi surat dari KPU, lewat saya lupa Tio (Agustiani Tio Fridelina) atau Donny (Donny Tri Istiqomah), bahwa memang pengajuan kita ditolak. Saat itu saya langsung telepon Tio, ‘Ini kenapa? Kok Wahyu sudah terima uang kok ditolak hasilnya. Katanya oke, mau dibantu maksimal’,” ucap Saeful.

“Nah, terus, 'Iya, Mas. Kemarin, bahasa Tio, pleno itu memang memutuskan ditolak, tapi sore ini, bahasa Tio begitu, akan ada pleno lagi, yang diatur sama Wahyu, untuk membahas kembali’. Nah, terus kemudian, setelah itu pak Hasto kirim juga surat penolakan (KPU), mempertanyakan dengan nada tinggi, 'Loh, ini kenapa? Kok gagal ini barang. Kok ini enggak diterima?” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut