Warga Bogor Kaget! Penjual Tanaman Hias Baru 6 Bulan Nikah Dicokok Densus, Ternyata Jaringan Teroris

Densus 88. (Foto ilustrasi).
Sumber :
  • VoxPop/Muhammad AR

Kabupaten Bogor, VoxPop – Warga Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dikejutkan dengan penangkapan seorang pria berinisial YK oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

img_title Pria 27 Tahun Hilang di Hutan Kolam Asahan Berhasil Ditemukan dalam Keadaan Selamat

Pria yang sehari-hari dikenal sebagai pedagang tanaman hias itu diduga terlibat jaringan terorisme. YK ditangkap di kediamannya di kawasan Kampung Sawah, Desa Rumpin, pada Jumat, 18 Juli 2025.

"Betul," kata juru bicara Densus 88 Antiteror Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi Mayndra Eka Wardhana, saat dikonfirmasi, Senin, 21 Juli 2025.

img_title Cekcok Berdarah, Kakek 60 Tahun Ditangkap Polisi usai Bunuh Pria di Plaza Kabanjahe Karo

Ilustrasi anggota Densus 88 Anti Teror Polri

Photo :
  • Antara

Meski begitu, Mayndra belum mengungkap lebih jauh keterlibatan YK. Sebab, pria tersebut masih dalam proses pemeriksaan intensif oleh tim penyidik.

img_title Pria di Banjarbaru Ngaku Jadi Polisi, Tipu Kekasihnya Jutaan Rupiah

“Saat ini dalam pemeriksaan Densus 88,” ujarnya singkat.

Informasi yang beredar menyebutkan, YK baru sekitar enam bulan menikah dengan seorang wanita di desa tersebut. Selama ini, ia dikenal warga sebagai sosok pendiam yang menjalani usaha kecil-kecilan menjual tanaman hias. Namun siapa sangka, dibalik aktivitasnya yang terlihat biasa, ia justru diamankan aparat antiteror.

Kapolsek Rumpin, Komisaris Polisi Suyoko, pun membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Sudah diamankan dan ditangani oleh petugas Densus 88 Mabes Polri,” kata Suyoko.

Pria diduga dipaksa melakukan masturbasi

Heboh! Pria di Tangerang Dianiaya 5 Jam Lebih Hingga Dipaksa Masturbasi, Polisi Turun Tangan

Polisi mulai mengusut kasus dugaan penganiayaan yang dialami seorang pria di kawasan Panongan, Kabupaten Tangerang, setelah videonya viral di media sosial.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut