Permintaan Maaf Mahasiswa UNUD yang Hina Korban Bunuh Diri Timothy Anugerah Tuai Kecaman, Netizen: Gak Ada Empati
- IST
Timothy Anugerah Saputra (22) dikenal sebagai mahasiswa cerdas, sopan, dan peduli terhadap sesama. Lahir di Bandung pada 25 Agustus 2003, ia memilih menimba ilmu di Bali karena tertarik mempelajari dinamika sosial.
Wakil Dekan III FISIP Unud menyebut Timothy sebagai mahasiswa dengan Indeks Prestasi (IP) 3,91 yang aktif meneliti dan dikenal rajin membantu di kampus. “Ia sering merapikan kursi atau ruangan sebelum kegiatan dimulai,” ujarnya.
Rekan-rekan kampusnya pun mengenang Timothy sebagai pribadi yang hangat dan rendah hati. “Ia selalu lembut, santun, dan bahkan di hari-hari terakhir masih sempat tersenyum,” kata salah satu sahabatnya.
Namun, Timothy ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari gedung kampus. Keluarga menduga tekanan sosial dan perundungan turut memicu keputusannya. Sang ayah meminta penyelidikan transparan agar kebenaran di balik kematian anaknya bisa terungkap.
Publik kemudian menyerukan tagar #JusticeForTimothy sebagai bentuk solidaritas, menuntut keadilan sekaligus mendesak kampus memperkuat perlindungan bagi mahasiswa dari perundungan dan tekanan sosial.
