Fakta-fakta dan Kronologi Lengkap Konflik PBNU, dari Rotasi Pengurus hingga Muktamar Dipercepat

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya di kantor PBNU Jakarta
Sumber :
  • TVNU

Jakarta, VoxPop – Konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU terus memanas sejak Risalah Rapat Harian Syuriyah beredar pada 20 November 2025. Dokumen itu berisi permintaan agar KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mundur dari posisi Ketua Umum PBNU.

img_title Harapan Tokoh Muda NU Terhadap Hasil Muktamar

Belum reda polemik tersebut, publik kembali dikejutkan dengan beredarnya Surat Edaran Syuriyah yang menyebut jabatan Ketua Umum PBNU otomatis berakhir pada 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.

Persoalan pun semakin berlapis. Dari rotasi besar di jajaran tanfidziyah, penolakan terhadap Surat Edaran Syuriyah yang dinilai cacat administratif, tudingan sabotase digital, hingga konferensi pers Rais Aam KH Miftachul Akhyar yang menyatakan kendali PBNU berada di tangan Syuriyah. Konflik ini kemudian direspons oleh sesepuh NU melalui forum khusus untuk mendorong islah.

img_title Diterpa Kasus Febrie Adriansyah, PBNU Minta Jaksa Agung Tak Kendor Berantas Korupsi

Rais Aam PBNU Miftachul Ahyar menunjukkan hasil rapat internal pecat Gus Yahya

Photo :
  • ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin

Berikut fakta-fakta dan rangkaian kronologinya:

img_title Cak Imin Peringatkan Muktamar PBNU Tak Dikotori Politik Uang: Mari Murnikan Kembali NU

Kronologi 28 November 2025

Rotasi Pengurus PBNU

Di tengah gejolak struktur, Gus Yahya memimpin Rapat Harian Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta. Rapat ini menghasilkan rotasi besar dalam kepengurusan PBNU. Beberapa keputusan penting antara lain:

Amin Said Husni digeser dari posisi Wakil Ketua Umum menjadi Sekretaris Jenderal PBNU menggantikan Gus Ipul.

Gus Ipul beralih tugas menjadi Ketua PBNU bidang pendidikan, hukum, dan media karena dinilai perlu penyesuaian beban kerja sehubungan jabatannya sebagai Menteri Sosial.

Gudfan Arif Ghofur berpindah dari Bendahara Umum menjadi Ketua PBNU bidang kesejahteraan.
Jabatan Bendahara Umum kini ditempati Sumantri Suwarno.

KH Masyhuri Malik yang sebelumnya Ketua PBNU bergeser menjadi Wakil Ketua Umum PBNU.

Gus Yahya menjelaskan bahwa rotasi ini dilakukan demi transformasi organisasi dan peningkatan efektivitas tata kelola PBNU. Evaluasi kinerja fungsionaris juga menjadi pertimbangan untuk memperkuat khidmah NU ke depan.

Rancangan Peta Jalan NU 2025 sampai 2050

Selain rotasi pengurus, rapat menetapkan draft Peta Jalan Nahdlatul Ulama 2025 sampai 2050 yang dirancang sebagai arah strategis jangka panjang NU. Dokumen ini masih membutuhkan penyempurnaan dan akan dibawa ke Rapat Harian Syuriyah serta Tanfidziyah untuk pengesahan final.

Tanggapan atas Surat Edaran Syuriyah

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut