Pernyataan Anggota DPR soal Relawan Bencana Sumatera Tuai Kritik dan Kecaman di X, Dinilai Kurang Empati

Anggota Komisi I DPR, Endipat Wijaya
Sumber :
  • Tangkapan layar TNP Parlemen

VoxPop – Gelombang kritik publik membanjiri platform X setelah pernyataan Anggota Komisi I DPR, Endipat Wijaya, yang menyinggung peran relawan dalam penanganan bencana di Sumatera. Pernyataan tersebut dinilai kurang empati terhadap para korban dan komunitas yang bergerak atas dasar kepedulian, sehingga memicu perdebatan luas mengenai peran negara dan kontribusi masyarakat dalam situasi darurat.

img_title 18 Konfederasi Buruh Temui Pimpinan DPR, Serahkan Draf Usulan RUU Ketenagakerjaan

Respons keras datang dari berbagai pengguna X. Salah seorang warganet dengan akun @@misssky__ menilai pernyataan itu tidak mencerminkan empati. 

“Pak @endipat_wijaya pernyataan Bpk terkesan kurang menunjukkan empati Masyarakat yg membantu pemerintah justru perlu diapresiasi. Sebagai anggota DPR RI , apalagi mewakili Sumatra, akan lebih baik jika Bpk jg membuat laporan langsung dari lapangan saat pemerintah membantu warga,” tulisnya. 

img_title Advokat Ingatkan DPR, RUU Perampasan Aset Jangan Sampai Berubah Jadi Alat Menghabisi Lawan Politik

Komentar senada juga muncul dari akun @rejal_ajib yang mempertanyakan alasan membandingkan bantuan pemerintah dengan donasi masyarakat. 

“kenapa bantuan pemerintah kamu banding2kan dg bantuan pribadi dari rakyat ? Bantuan pemerintah itu kan uangnya juga dari rakyat,” katanya. 

img_title DPR: Keadilan Restoratif Harus Jadi Bagian Penting Penanganan Perkara

Warganet lain dengan akun berbeda turut menyoroti pentingnya kolaborasi ketimbang saling sindir. 

“Yth Pak Endipat Wijaya @Gerindra di @DPR_RI - mestinya ajak semua kolaborasi bukan nyinyir ketika (kelompok) individu bisa menghimpun bantuan dengan efektif lalu tiba di tujuan. plus kontribusi anda apa? Yg perlu anda cermati PASTIKAN semua bantuan sampai ke lokasi bencana.”

Kritik juga datang dari pengguna lain yang menilai bahwa donasi masyarakat tidak seharusnya dibandingkan dengan kewajiban pemerintah. 

“Loh… kok donasi warga bantu warga malah disandingkan dengan bantuan negara? Relawan itu bergerak pakai empati, bukan APBN. Yang satu urunan, yang satunya lagi kewajiban. Jangan dibentur2in: negara ya negara, warga ya warga.”

Kontroversi bermula dari pernyataan Endipat Wijaya yang sebelumnya menyinggung keberadaan relawan yang menggalang donasi untuk bencana di Sumatera. Dalam komentarnya, ia menyebut ada pihak yang datang sebentar ke Aceh namun seolah paling berjasa.

"Ada orang yang cuma datang sekali, seolah-olah paling bekerja di Aceh. Padahal negara sudah hadir dari awal, ada orang baru datang, baru bikin satu posko, ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah sudah bikin ratusan posko di sana,” ujarnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut