Gubernur Sebut Keluarga Bocah SD Gantung Diri di NTT Tak Terima Bansos, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Surat yang ditulis bocah kelas 4 SD di Ngada NTT sebelum bunuh diri
Sumber :
  • Ist

Catatan Redaksi: Berita ini memuat isu sensitif terkait bunuh diri. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan emosional, pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau gangguan kesehatan mental, segera cari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau fasilitas layanan kesehatan terdekat. Anda tidak sendirian, dan dukungan yang tepat dapat membantu melewati masa sulit.

img_title Disaksikan Ribuan Warga, Jokowi Dinobatkan Jadi Raja Timor di NTT

Kupang, VoxPop – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mengatakan, keluarga dari bocah SD yang gantung diri di Kabupaten Ngada tak masuk dalam keluarga yang menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

“Ini saya tahu ternyata data kependudukannya tidak ditopang. Dia pindah dari Nagekeo ke Jerebuu ternyata adminduk dia belum diamankan,” katanya, di Kupang, Rabu.

img_title Pihak Kampus Jenguk Mahasiswi yang Dikabarkan Depresi Usai Sidang Skripsi Batal 12 Kali

Hal ini disampaikan ketika ditanya terkait orang tua korban yang tidak terdaftar dalam daftar warga penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Ia meminta agar pemerintah setempat segera membereskan hal tersebut, karena hal ini hanya menyangkut selembar kertas.

img_title Disambut Teriakan 'Bapak Pulang Kampung', Jokowi Jadi Rebutan Warga di CFD Kupang

“Inikan cuman soal kertas selembar. Segera bereskan, yang begini-begini kan seharusnya tidak terjadi,” tambah dia.

Polisi melakukan olah TKP bocah tewas gantung diri di Ngada, NTT

Photo :
  • Ist

Ia mengatakan, tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, yang menjadi penyebab orang tua korban tidak menerima bantuan.

Ia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. Saat ini tidak hanya di Kabupaten Ngada, dia memerintahkan agar semua Kepala Daerah benar-benar mendata keluarga miskin yang layak menerima bantuan sosial.

Ia mengatakan, pemerintah daerah juga sudah berdiskusi, akan membangun rumah layak huni bagi orang tua korban dan memberikan bantuan materil lainnya.

Seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon cengkeh dan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, berinisial MGT (47 tahun).

Dalam surat itu, sebagaimana telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:

Surat buat Mama *

Mama saya pergi dulu

Mama relakan saya pergi

Jangan menangis ya Mama

Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya

Selamat tinggal Mama”.

Korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orangtua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia. (Ant)

Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi (tengah)

Jokowi Optimistis PSI Melaju Kencang di 2029, Sebut Sudah Punya Hitung-hitungan

Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi mengungkapkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak hanya membidik target lolos ke DPR RI pada Pemilu 2029.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut