Prabowo Atensi Kasus Bocah SD di NTT Bunuh Diri, Minta Jangan Terulang Lagi

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi
Sumber :
  • Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, VoxPop – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan keprihatinan atas insiden siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu.

img_title Survei Ungkap Kepuasan Publik ke Prabowo Turun, Pemerintah Bakal Lakukan Evaluasi

"Kami tentunya mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Februari 2026.

Dia menuturkan, Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan atensi penuh terhadap kasus ini.

img_title Qodari soal Survei Kepuasan Publik ke Prabowo Turun: Penting Bagi Pemerintah untuk Koreksi

"Oleh karena itulah Bapak Presiden menaruh atensi dan melalui kami, meminta kami untuk berkoordinasi supaya ke depan hal-hal yang semacam ini dapat kita antisipasi," ucapnya.

"Mungkin juga kalau kemarin Bapak Presiden menggugah kita semua berkenaan dengan masalah kebersihan, kerapian, dan sebagainya, maka dengan kejadian ini juga menjadi pembelajaran bagi kita. Memang barangkali kita harus meningkatkan kepedulian sosial di antara kita semua dari setiap level tingkatan gitu," sambung Prasetyo.

img_title 100 Ribu Orang Bakal Padati Monas, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Zikir dan Doa Kebangsaan

Di sisi lain, Prasetyo mengaku telah berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait untuk melakukan penanganan kepada keluarga korban.

"Jadi kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Sosial untuk melakukan penanganan-penanganan terhadap keluarga dan terutama memikirkan supaya kejadian ini tidak terulang kembali," ungkap dia.

Sebelumnya, seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu. 

Dilansir dari ANTARA, bocah SD tersebut mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, inisial MGT (usia 47 tahun).

Dalam surat itu, sebagaimana telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:

“Surat buat Mama *

Mama saya pergi dulu

Mama relakan saya pergi

Jangan menangis ya Mama

Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya

Selamat tinggal Mama”.

Korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orangtua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.

Acara zikir dan doa bersama di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 1 Agustus 2026

Prabowo Batal Hadiri Acara Zikir dan Doa Bersama di Monas, Ada Tugas Kenegaraan

Prabowo batal menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Kegiatan ini digelar dalam rangka HUT ke-81 RI.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut