5 SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Golkar: Keselamatan Peserta Harus Jadi Prioritas!

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam rangka pelatihan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). 

img_title 33.758 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Rampung Diklat Bela Negara, Kemhan Resmi Tutup Gelombang Pertama

Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program, baik dari aspek keselamatan peserta maupun efektivitas kurikulum dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi secara profesional.

Nurdin Halid menegaskan bahwa SPPI memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM unggul sebagai penggerak Koperasi Desa Merah Putih yang akan menjadi motor penguatan ekonomi desa. 

img_title Cegah Manuver Organisasi, Said Aldi Dorong Munas AMPI Dipercepat

Karena itu, pelaksanaan program harus mengedepankan standar keselamatan peserta tanpa mengurangi kualitas pembentukan kompetensi yang dibutuhkan untuk mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan.

Calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat latihan dasar kemiliteran

Photo :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
img_title Tragedi Tewasnya Dokter Magang dr Siti Zahra Maghfira Jadi Sorotan, Apa Perbedaan Co-ass dan Internship?

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Pemerintah perlu melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari proses seleksi kesehatan, pengawasan kondisi fisik peserta selama pendidikan, hingga kesiapan sistem penanganan medis. Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pengembangan sumber daya manusia," ujar Nurdin Halid dalam keterangannya, Minggu, 27 Juni 2026.

Selain aspek keselamatan, Nurdin menilai penyempurnaan kurikulum pelatihan juga perlu terus dilakukan agar lulusan SPPI benar-benar siap mengelola Koperasi Desa Merah Putih secara profesional. 

Menurutnya, materi pelatihan perlu memperkuat kompetensi teknis dan manajerial yang dibutuhkan dalam operasional koperasi modern, mulai dari kemampuan stock opname dan pengelolaan persediaan barang, visual merchandising untuk meningkatkan daya tarik produk, strategi marketing dan sales yang adaptif terhadap kebutuhan pasar, hingga penguasaan accounting, audit, serta tata kelola keuangan yang akuntabel. 

Dengan bekal tersebut, para penggerak koperasi diharapkan mampu membangun koperasi desa yang sehat, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Nurdin Halid berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah menghasilkan penyempurnaan tata kelola SPPI secara menyeluruh sehingga kualitas pelatihan semakin baik tanpa mengurangi standar keselamatan peserta. 

Menurutnya, keberhasilan Program Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi pemerintah, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan untuk memastikan koperasi mampu tumbuh secara sehat, akuntabel, dan berkelanjutan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut