Misteri Tewasnya Sutrimo, Kompolnas Minta Polda Metro Ungkap Secara Transparan

TKP kematian Sutrimo Karumga Febrie Adriansyah
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, VoxPop –Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) buka suara soal tewasnya kepala rumah tangga (karumga) eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo.

img_title Terungkap! Ini Alasan Kejagung Periksa Taipan Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Komisioner Kompolnas, Choirul Anam meminta agar penyebab kematian korban dapat diungkap secara terang. 

“Saya kira kematian tersebut harus diungkap, dibuat terangnya peristiwa seterang-terangnya penyebab kematiannya, identitasnya, dan latar belakangnya dan sebagainya,” ujar Anam kepada wartawan, Rabu, 29 Juli 2026.

img_title Usai Diperiksa Kejagung Soal Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Ferry Boboho Dititipkan ke LPSK, Ada Apa?

Anam menjelaskan, jika memang dalam hal ini terdapat tindak kejahatan, maka pihak kepolisian harus mengungkap pelakunya. 

“Termasuk juga ya mencari siapa pelakunya kalau itu memang akibat kejahatan. Apalagi dalam konteks ini banyak perhatian publik atas kasus tersebut, oleh karenanya Polda Metro Jaya penting untuk mengungkapkan kasus ini seterang-terangnya dengan cara profesional dan transparan,” tuturnya.

img_title Saat Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Tantang Kejagung Cari Pemilik Emas 74 Kg: Jangan Cuma Andalkan Pengakuan Tersangka

“Sehingga dinamika di publik bisa dijawab disamping ada kebutuhan penegakkan hukumnya,” sambung dia.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki kasus tewasnya kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo yang ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menerangkan, pihaknya turut melibatkan tim Pusat Laboratorium Forensik dalam pelaksanaan olah tempat kejadian perkara pada Minggu, 26 Juli 2026.

“Kami juga memahami kekhawatiran serta pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat. Untuk memastikan penyebab meninggalnya saudara S, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dengan melibatkan Puslabfor dan serangkaian tindakan penyelidikan lainnya,” kata Budi, kepada wartawan, Rabu, 29 Juli 2026.

Budi menuturkan, dalam olah TKP ini, pihaknya juga turut mengambil sejumlah sampel untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium, guna menyelidiki meninggalnya Sutrimo yang diduga tidak wajar. 

Selain itu, tim penyelidik juga telah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan informasi dan petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. 

“Seluruh fakta masih didalami untuk memastikan penyebab kematian korban secara objektif,” ujar Budi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut