Lampaui Target Kinerja 2025, Layanan Data Kependudukan Dukcapil Terus Terintegrasi
- ist
Di bidang pelayanan, Ditjen Dukcapil terus memperluas layanan jemput bola melalui Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), pelayanan tanggap bencana, pelayanan bagi penyandang disabilitas, serta kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, layanan tersebut telah menghasilkan lebih dari 852 ribu dokumen administrasi kependudukan.
Layanan administrasi kependudukan juga terus diperluas bagi warga negara Indonesia di luar negeri melalui kerja sama dengan berbagai kantor perwakilan RI. Sepanjang 2025 tercatat 7.395 layanan diberikan di delapan negara, sedangkan hingga pertengahan 2026 telah terealisasi 3.474 layanan tambahan.
Dalam kesempatan tersebut, Teguh juga memaparkan perkembangan digitalisasi bantuan sosial yang diawali melalui proyek percontohan di Kabupaten Banyuwangi. Berkat integrasi IKD dengan Portal Perlinsos berbasis pengenalan wajah, waktu verifikasi calon penerima bantuan yang sebelumnya mencapai sekitar 200 hari kini dapat dipangkas menjadi sekitar satu menit. Program yang saat ini telah diterapkan di 43 daerah akan diperluas ke 100 daerah tambahan sehingga mencakup total 143 daerah sebagai persiapan implementasi nasional.
Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Ditjen Dukcapil meraih sejumlah penghargaan sepanjang 2025–2026, mulai dari Outstanding Public Service Innovation, Digital Excellence Awards 2026, hingga rekor Museum Rekor Indonesia atas kerja sama dengan 100 lembaga pasar modal.
Menurut Teguh, berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa data kependudukan yang berkualitas, didukung infrastruktur digital yang andal dan kolaborasi lintas sektor, semakin memperkuat peran Dukcapil sebagai penyedia fondasi utama transformasi digital pemerintahan dan pelayanan publik di Indonesia.
