#JusticeForWindaLorenza Viral, Ada Apa dengan Kematian Mantan Istri Polisi Ini?
VoxPop – Tagar #JusticeForWindaLorenza tengah menjadi sorotan setelah kematian WL (35), perempuan yang disebut sebagai mantan istri anggota polisi Brigadir IH di Medan. Kasus tersebut ramai diperbincangkan setelah muncul akun Instagram yang mengatasnamakan keluarga korban dan menyuarakan tuntutan keadilan.
WL sebelumnya disebut meninggal dunia akibat luka tembak. Kepolisian menyampaikan dugaan awal bahwa korban mengakhiri hidupnya sendiri menggunakan senjata api jenis revolver. Namun, keluarga WL menyatakan tidak percaya dengan kesimpulan tersebut dan menduga ada kemungkinan korban mengalami tindak kekerasan sebelum meninggal.
Pihak keluarga juga mempertanyakan proses autopsi karena mengaku belum menerima hasil pemeriksaan jenazah. Mereka bahkan menyebut tidak mendapatkan pemberitahuan maupun permintaan izin dari keluarga ketika proses autopsi dilakukan.
Polisi Ungkap Proses Penyelidikan Kematian
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan penyelidikan telah dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai barang bukti. Salah satu saksi yang diperiksa merupakan Brigadir IH, yang disebut memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.
Polisi bersama Polda Sumatera Utara juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan senjata api yang berkaitan dengan kasus, serta melakukan pemeriksaan forensik terhadap jenazah Winda.
"Kami sudah memeriksa beberapa Saksi utama. Pertama adalah Saksi dengan inisial IH. Kemudian yang kedua adalah Saksi anaknya M, sembilan tahun," ucap Calvijn kepada wartawan, di Mako Polrestabes Medan, Selasa sore, 4 Agustus 2026.
Menurut Calvijn, kedua saksi tersebut berada di dalam rumah ketika kejadian berlangsung. Mereka disebut mendengar suara letusan senjata api yang berasal dari kamar mandi.
Penyidik kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang bukti dan hasil laboratorium forensik. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan sisa tembakan pada bagian jari tangan, tubuh, serta pakaian korban.
Sementara itu, pemeriksaan terhadap tangan saksi IH disebut tidak menemukan adanya sisa tembakan. Polisi juga menyampaikan hasil pemeriksaan dokter forensik yang menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh korban.
Luka yang ditemukan pada tubuh Winda disebut merupakan luka tembak di bagian kepala. Kendati demikian, proses penyelidikan menjadi sorotan karena keluarga korban memiliki dugaan berbeda mengenai penyebab kematian Winda.
Akun Instagram Justice for Winda Lorenza Muncul
Di tengah polemik tersebut, muncul akun Instagram bernama justiceforwindalorenza yang menyuarakan tuntutan agar kasus kematian WL diusut secara menyeluruh.
Dalam sejumlah unggahannya, akun tersebut mengklaim sebagai pihak keluarga korban dan membeberkan kronologi hubungan WL dengan mantan suaminya, IH, yang disebut bekerja sebagai polisi di Polsek Sunggal Medan.
Unggahan tersebut viral di berbagai media sosial, termasuk X, yang kemudian diunggah kembali oleh akun @ella_oh_cruella.
"Anak kami Winda Lorenza sudah berpisah dengan suami, suami atas nama Iman Harefa seorang polisi bekerja di Polsek Sunggal Medan," tulis unggahan tersebut, dikutip Jumat 7 Agustus 2026.
Menurut keterangan dalam unggahan tersebut, WL sempat pergi ke Jakarta untuk mencari nafkah setelah berpisah dari suaminya. Namun, keluarga menyebut hubungan keduanya belum sepenuhnya terputus karena sang suami masih beberapa kali menemui WL.
"Anak kami pergilah merantau ke Jakarta untuk mencari nafkah. Tetapi ketika Winda di Jakarta suami masih sering mengunjungi padahal suaminya sudah mengurus surat cerai tanpa pernah memberitahu korban, tidak ada panggilan dari pengadilan bahkan tidak ada mediasi dengan korban dan orangtua korban. Tetapi ada surat cerai," katanya.
Unggahan tersebut juga menyinggung kedatangan ibu mertua WL ke Jakarta pada Juni 2026. Kedatangan tersebut diduga berkaitan dengan permintaan agar WL kembali ke Medan dan mempertimbangkan untuk rujuk demi masa depan kedua anak mereka.
"Awalnya si suami yg ke Jakarta menjumpai korban menjemput anaknya untuk dibawa ke medan, bulan Juni mama mertua Iman Harefa mendatangi korban dan meminta agar korban rujuk kembali dengan anaknya dan harus balik ke medan demi alasan masa depan kedua anaknya," jelas unggahan tersebut.
Keluarga Sebut WL Sempat Dilarang Pulang ke Medan
Dalam unggahan yang sama, disebutkan bahwa ibu kandung WL sempat melarang putrinya kembali ke Medan. Namun, WL tetap memilih pulang karena mendapat ajakan dari keluarga suaminya.
Keterangan tersebut menjadi salah satu bagian yang kemudian disorot dalam seruan #JusticeForWindaLorenza. Keluarga berharap seluruh rangkaian peristiwa sebelum kematian Winda turut diperiksa untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai kondisi korban.
Situasi kemudian berubah pada Minggu, 2 Agustus 2026. Dalam unggahan akun tersebut, ibu kandung WL yang berada di Jakarta disebut telah menerima telepon dari suami korban sekitar pukul 18.00 WIB.
"Sekitar pukul 18.00 suami korban menelfon ibu kandung korban di jakarta dan memberitahu bahwa si Winda sdh pergi untuk selamanya. Mama kandung kaget dan seperti tidak percaya," kata keterangan unggahan itu.
Keluarga pihak suami yang kebetulan berada di Jakarta kemudian disebut mendatangi ibu kandung WL. Mereka menyampaikan bahwa WL meninggal dunia dan meminta keluarga memikirkan masa depan anak-anak korban.
Setelah itu, keluarga WL disebut berangkat bersama menuju Medan. Namun, setibanya di Medan, mereka mengetahui jenazah WL telah berada di RS Bhayangkara.
Keluarga kemudian mengaku mengalami kesulitan ketika hendak melihat jenazah. Menurut unggahan tersebut, pihak keluarga suami sempat meminta agar jenazah langsung dimakamkan.
"Pihak keluarga suami mengatakan jenazahnya langsung dimakamkan saja. Tetapi mama kandung menolak karena secara adat kalau ada yg meninggal tidak langsung dimakamkan tetapi 2-3 hari dulu dibawa kerumah. Pihak keluarga laki-laki mengatakan jika kalian bawa jenazah ke rumah kalian maka kami lepas tangan dan tidak bertanggung jawab untuk semua biaya penguburan. Keluarga korban sepakat dibawa kerumah," jelasnya.
#JusticeForWindaLorenza Jadi Sorotan Publik
Munculnya berbagai klaim dari keluarga membuat kasus kematian WL mendapat perhatian luas di media sosial. Tagar #JusticeForWindaLorenza digunakan untuk menyuarakan permintaan agar penyebab kematian korban diungkap secara transparan.
Di sisi lain, keterangan keluarga mengenai dugaan penganiayaan masih merupakan klaim yang perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan hukum. Hingga kini, kepolisian menyatakan telah melakukan pemeriksaan saksi, olah TKP, pengamanan senjata api, autopsi, serta pemeriksaan laboratorium forensik.
