Toko Piscok Pocin Buka Suara soal Satatus Saepul, Pelaku Mutilasi di Depok

Pelaku pembunuhan disertai mutilasi yang menggemparkan warga Pancoran Mas, Kota Depok
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Dalam pesan itu, Saepul meminta maaf karena harus berhenti bekerja. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemilik usaha karena telah memberinya kesempatan bekerja selama sekitar satu bulan.

img_title Tanggapan Menohok Pemilik Foto yang Diedit untuk Narasi Gay Parenting

"Assalamu'alaikum mas, aku minta maaf sebelumnya aku mengundurkan diri dari pekerjaan ini, aku berterima kasih banget sama mas udah mau terima aku buat 1 bulan ini. Untuk sisa hutang aku bayar cash nanti aku ke lapak selalian aku ambil tumblr," demikian bunyi chat WA terakhir Saepul ke pemilik UMKM Piscok.

Saepul kemudian kembali menyampaikan permintaan maaf atas sikap dan perkataannya selama bekerja. Ia mengaku berterima kasih karena telah diberi kesempatan menjadi bagian dari usaha tersebut.

img_title Viral Foto Keluarga Dipakai untuk Narasi Gay Parenting Diduga Hasil Edit, Pemilik Asli Buka Suara

"Aku amat sangat berterima kasih sama mas. Udah dikasih kesempatan. Mohon maaf kalo selama kerja aku gak sesuai apa yang mas harapkan, dan aku minta maaf kalo ada sikap ucapan atau kelakukan yang tidak meng enak an," lanjut Saepul.

Pesan tersebut menjadi salah satu informasi yang memperlihatkan bahwa Saepul memang telah mengakhiri hubungan kerjanya dengan usaha piscok tersebut pada 23 Juli 2026.

img_title Heboh Pesta Gay di Tempat Hiburan Malam Karawang, Polisi Tetapkan 3 Orang Jadi Tersangka

Kronologi Kasus Mutilasi di Depok

Kasus ini bermula dari dugaan pembunuhan terhadap Kunaefi yang kemudian disusul dengan upaya pelaku memutilasi jasad korban. Berdasarkan penyidikan sementara, Saepul dan Kunaefi diduga berkenalan melalui media sosial sebelum akhirnya sepakat bertemu di sebuah kontrakan di kawasan Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.

Pertemuan tersebut diduga berkembang menjadi perselisihan. Polisi menduga Saepul kemudian menyerang korban menggunakan pisau hingga menyebabkan Kunaefi meninggal dunia. Setelah itu, jasad korban diduga dipotong untuk menghilangkan jejak.

Potongan tubuh korban selanjutnya dibungkus menggunakan plastik hitam dan karung. Sebagian jasad kemudian dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Depok. Sementara itu, kedua kaki korban disebut dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.

Setelah kasus tersebut terungkap, polisi melakukan pengejaran terhadap Saepul. Ia akhirnya ditangkap Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di wilayah Pandeglang, Banten, pada Rabu dini hari, 5 Agustus 2026. Saat diamankan, Saepul diduga sedang berupaya melarikan diri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut