Selain LPDP, Elda Putri Rahardini Ternyata Pernah Dapat Beasiswa dari Pemerintah Jepang
- Kolase VoxPop/ Instagram @erudarahaadini
RSUP Dr. Sardjito selanjutnya mengambil langkah menonaktifkan Elda dari kegiatan pendidikan terkait polemik komentar tersebut.
Elda Akhirnya Minta Maaf
Di tengah derasnya kritik, Elda menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Yurizal dan masyarakat. Ia mengakui komentar yang ditulisnya tidak pantas dan tidak menunjukkan empati yang semestinya dimiliki tenaga kesehatan.
“Saya Elda Putri Rahardini. Dengan penuh kesadaran, kerendahan hati, dan penyesalan yang mendalam ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar almarhum Yurizal, teman-teman, kerabat, serta seluruh masyarakat luas.Saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan melalui akun media sosial saya beberapa waktu lalu sangatlah tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati. Saya menyadari bahwa tulisan saya telah melukai hati banyak pihak, terutama di tengah situasi sulit yang saat itu sedang dihadapi almarhum saat mencari penanganan medis,” tulis Elda Putri Rahardini pada akun media sosialnya, @erudarahaardini.
Elda juga mengaitkan permintaan maaf tersebut dengan tanggung jawabnya sebagai dokter dan penerima beasiswa LPDP.
"Sebagai seorang dokter dan tenaga kesehatan, saya seharusnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan empat yang tinggi kepada siapapun. Saya sangat menyesali bahwa tindakan saya sama sekali tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran maupun etika dan moral yang seharusnya saya junjung tinggi, baik sebagai seorang individu, alumni institusi pendidikan, maupun penerima beasiswa LPDP,” jelasnya.
Kini, rekam jejak pendidikan Elda Putri Rahardini kembali menjadi perhatian. Ia diketahui pernah menempuh pendidikan kedokteran di UGM, melanjutkan Ph.D. di Kobe University dengan beasiswa MEXT dari pemerintah Jepang, serta kemudian tercatat sebagai penerima LPDP untuk pendidikan residensi Ilmu Penyakit Dalam.
