Karhutlah Memanas, DPRD Jambi Tegaskan Agar Ditingkatkan Sosialisasi ke Masyarakat
- Dokumentasi Syarifuddin Nasution.
Jakarta, VoxPop – DPRD Provinsi Jambi menegaskan agar lebih meningkatkan sosialisasi ke masyarakat khususnya Provinsi Jambi supaya masyatakat maupun perusahaan tidak membakar sembarangan lahan.
Wakil Ketua DPRD Provinsi jambi, Ivan Wirata sangat perhatian terhadap adanya Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Muaro jambi, ia menghimbau kepasa masyarakat agar membuka lahan dengan cara dibakar agar di stop dan mematuhi aturan yang sudah dibuat saat ini.
"Saya tegaskan dan imbau juga terhadap para perusahaan manapun itu jangan membakar lahan sembarangan,"jelasnya minggu, 9 agustus 2026.
Ivan mengatakan, saat ini masuk kemarau panjang, artinya derajat suhu diatas 30 derajat, termasuk perjalanan dari tahun ke tahun, kemarau yang cukup level paling tinggi dan sebelumnya tahun 2019, 2020, 2024 derajat panasnya tidak setinggi ini, tentunya antisipasi dalam rangka untuk menghadapi karhutlah.
"Tentunya Karhutlah ini perintahkan seluruh stokholder harus mempunyai planing atau rodmet yang terintegrasi,"tegasnya.
Ia menyebutkan, Jambi saat ini punya 81 titik pos yang terpadu dan 11 pos itu merupakan tanggung jawab APBD, yang sisanya itu tanggung jawab perusahaan perusahaan yang ada disetiap daerah Karhutlah.
"Kemudian langkah dari BNPB pusat ialah menyiapkan 3 helikopter waterbombing, yang menyiapkan kondisi air, kalau tidak salah 1900 hotspot itu jangan sampai terjadi pembakaran dan perusahaan bekerjsama dengan BPTB Jamb,"terangnya.
Kemudian, harus ada 2 Helikopter patroli, yang melihat kondisi kondisi hostpot serta kemudian kita harus ada pesawat OMC dengan tujuan merekayasa hujan buatan dan terus laporan harus 1x24 jam, harus rill time, tentunya yang terdiri dari 81 itu siap siaga.
"Kemudian kita selalu mengecek ketinggian permukaan air sungai batanghari, makanya BWSS selalu memberikan informasi, berapa tingkat kemarau dan tingkat ketinggian sungai batanghari,"tuturnya.
Kemarau saat ini, sumber air baku harus siap 90 persen ketergantungan air sungai batanghari, yang artinya harus ada secara parsial, air baku harus ada daerah daerah kekeringan seperti pihak PDAM menyiapkan menyiapkan air- air bersih yang tidak mempunyai sumber air baku.
"Kemarin ada bertambah titik hospot, sungai gelam, Kabupaten Muaro Jambi terjadi kebakaran lagi, bagaimanapun semaksimal mungkin mengawasi, tapi titik titik hospot itupun menjadi karhutlah.
"Masyarakat untuk tidak membakar dan itu harus disosialisasi dan tim-tim terpadu yang ada di 81 pos kabupaten kota, tentunya kita bagaimana menjerokan Karhutlah dan harus cepat diantisipasi,'ujarnya.
Jangan sampai terjadi karhutlanya melebar artinya kejadian sebelumnya jadi kabut asap, terhadap kesehatan, ispa dan kemudian transportasi lewat udara tidak bisa oktimal dan ekonomi akan berdampak serta, kerugian-kerugian.
"Ya kami pemerintah, intervensi kami adalah pembiayaan terhadap angka 11 pos melalui angka APBD dan sudah 3 miliar anggaran APBD sudah kita luncurkan untuk pembiayaan posko posko di 11 pos yang menjadi kewenangan provinsi Jambi,"tuturnya.
Jika Larhutlah tidak terkendali tentunya ada diperubahan nanti harus siap perubahan anggaran kalau memang meluas Karhurlah dan harapan kepada masyarakat, aktiviras dalam pemkaran hutan, itu di stop dalam kondisi iklim cuaca yang tidak menguntungkan ini.
"Kalau membuka lahan jangan secara pembakaran dan aturan aturan itu sudah ada petunjuknya atau SOP dan taat terhadap sosialiasi dampak dari membakar sembarangan,"katanya. (LAN)
Laporan Syarifuddin Nasution
