Jenderal Tito Karnavian dan Dua Perintah Presiden Jokowi
- REUTERS/Darren Whiteside
VoxPop.co.id – Jenderal Polisi Badrodin Haiti telah menyerahkan tongkat komando kepada Jendral Polisi M. Tito Karnavian. Serah terima jabatan ini dilakukan di lapangan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) – Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 14 Juli 2016.
Sebelumnya, Tito sudah dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara. Jokowi meminta kepada Tito untuk fokus pada dua hal untuk menghadapi tantangan yang berat saat ini. Pertama adalah fokus untuk menjaga persatuan, kekompakan dan soliditas internal Polri. Ini sebagai fondasi yang kuat guna menjalankan tugas dari negara.
Kedua, Presiden Jokowi meminta Tito untuk melakukan reformasi Polri yang menyeluruh dan dilakukan secara konsisten. Reformasi ini juga dilakukan mulai dari sistem rekruitmen sampai dengan pelayanan Polri dan perubahan mental serta perilaku setiap anggota Polri.
Selepasan pelantikan, Tito yang menjawab sejumlah pertanyaan wartawan di Istana Negara. Pria kelahiran Palembang penerima Penghargaan Adhi Makayasa pada 1987 itu memastikan akan menjalankan dua arahan Presiden Jokowi.
Dua arahan Presiden, mana yang jadi prioritas?
Dua-duanya, namanya perintah saya harus laksanakan. Pertama soliditas internal, jadi bagaimana agar saya bisa membangun organisasi Polri solid pada semua level, baik level elite pimpinan. Saya menyadari banyak senior, ada junior, saya juga junior. Tapi saya cukup optimistis dilihat dari semenjak pengumuman, pencalonan, sampai dengan hari ini (pelantikan), mungkin bisa dilihat juga hampir semua bintang dua ke atas juga hadir yang di Jakarta, kemudian yang bintang tiga juga hadir. Saya kira banyak memberikan dukungan-dukungan.
Jadi fokus Anda?
Sekali lagi, sepanjang itu dalam rangka komitmennya untuk membangun polri. Karena itu common interest, kepentingan kami bersama untuk membangun Polri. Kalau Polrinya baik, akan dapat bermanfaat bagi perkembangan demokrasi dan sistem pemerintah, termasuk menjadi negara dan bangsa yang kuat.
Sinergi antar lembaga?
Sinergi antar lembaga akan kita lakukan, baik dengan TNI, kemudian dengan lembaga-lembaga penegak hukum, seperti KPK dan Kejaksaan. Kunci utamanya adalah komunikasi, kunci paling utama komunikasi formal maupun informal. Untuk itu saya tentu dari tingkat atas akan memberi contoh membangun hubungan dengan jajaran TNI, para pimpinan TNI, semua angkatan, kemudian juga dengan lembaga-lembaga penegak hukum, Kejaksaan, KPK, lembaga peradilan, termasuk juga departemen-departemen, kita akan membangun hubungan yang baik melalui komunikais formal dan informal.
